SuaraSurakarta.id - Cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Sragen. Sejumlah daerah pun terendam air akibat hujan dengan durasi cukup lama pada Senin (1/1/2024).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen R Triyono Putro mengatakan ada dua desa yang terendam banjir, yakni Desa Sidoharjo dan Sragen kota.
Akibat dari kejadian tersebut, ada puluhan rumah yang terendam air dengan ketinggian sekitar 0,5-1,5 meter.
"Kemarin beberapa wilayah diguyur hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Waktunya agak lama, dari sore sampai malam, sehingga sungai Mungking meluap," kata Triyono dikutip dari ANTARA pada Selasa (2/1/2024).
Pihaknya mencatat di Desa Sidoharjo, banjir melanda empat RT di Dukuh Wirun dan di Dukuh Sine, juga ada empat RT yang terdampak.
Untuk rumah yang terdampak banjir ada 66 unit dengan 66 kepala keluarga yang terdiri atas 190 jiwa. "Ketinggian air bervariasi, ada yang 50 cm, ada yang sampai 1-1,5 meter," katanya.
Saat ini, katanya, air sudah mulai surut, bahkan di beberapa daerah sudah hilang. "Pagi ini di Dukuh Wirun dan Kampung Ngangin jalannya masih tergenang air, ketinggiannya 10-30 cm," katanya.
Sementara itu, menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kabupaten Sragen berpotensi terjadi hujan lebat dan cuaca ekstrem pada Selasa (2/1/2024).
Baca Juga: Ini Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sragen Minggu 26 Maret 2023, Lengkap dengan Bacaan Doa
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Perkuat Wawasan Industri, Sekolah Vokasi UNS Undang Mohammed Aden Suryana Jadi Dosen Tamu
-
Dipimpin AKP Primadhana Bayu Kuncoro, Polres Karanganyar Ungkap Dua Kasus Narkoba
-
Adera Immunity Tour Terus Perkuat Sinergi dengan Pemkot Solo