SuaraSurakarta.id - Selama kurun waktu 2023, terjadi sederet kasus hukum yang menarik perhatian masyarakat.
Kasus hukum besar tak hanya terjadi di Kota Solo, namun wilayah lain Eks Karisidenan Surakarta.
Sepanjang Januari-Desember 2023, jajaran Polresta Soloraya memang bergerak cepat dalam mengungkap kasus hukum yang terjadi.
Berikut ini kaleidoskop kasus hukum di Soloraya 2023 yang menarik perhatian masyarakat yang dirangkum Suarasurakarta.id.
1. Mutilasi di Sungai Bengawan Solo
Kasus pembunuhan disertai mutilasi menggegerkan Kota Solo dan Sukoharjo pada pada 23 Mei 2023
Kasus terungkap setelah warga menemukan potongan tubuh manusia dialirkan Sungai Bengawan Solo. Beberapa potongan tubuh tersebut kemudian ditangani pihak kepolisian.
Hasil penyelidikan polisi kemudian menangkap tersangka S. Sedangkan korban yakni Rohmadi warga Keprabon, Banjarsari, Kota Solo.
Tersangka melakukan aksinya dengan membunuh korban kemudian memotong beberapa bagian tubuh korban dan dibuang ke aliran Sungai Bengawan Solo. Tersangka dijerat Pasal 338 Jo 340 KUHP.
Baca Juga: Serial Killer Wonogiri: Pesan WA Terakhir Sunaryo untuk Sang Istri Sebelum Dihabisi Sarmo
2. Istri Potong Kemaluan Suami
Seorang wanita nekat memotong kelamin suami lantaran sudah beberapa kali diselingkuhi. Peristiwa ini terjadi di sebuah penginapan di Jebres, Solo, pada Selasa (15/5/2023).
Sakit hati menjadi motif utama dari pelaku wanita berinisial YC tindakan tersebut.
Pernikahan yang sudah terlaksana sejak April lalu ini juga ternyata tak direstui oleh orang tua suaminya. Mereka datang ke Solo untuk bertemu orang tua sang suami, lantaran selama ini pasangan tersebut tinggal di Bali.
"Menurut saudari YC, menyakitkan hati. Jadi bahwa orang tua korban tidak setuju, kemudian tidak mau menerima, akhirnya diminta pulang ke Denpasar. Itu juga yang jadi alasan saudari YC untuk kemudia melakukan tindaan tersebut, karena sakit hati," ungkap Kombes Pol Iwan Saktiadi dalam konfrensi pers tersebut yang digelar pada Kamis (17/5/2023).
3. Pembunuhan Dosen UIN Raden Mas Said
Kasus pembunuhan menonjol di tahun 2023 juga ditangani Polres Sukoharj.
Adalah pembunuhan terhadap dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Wahyu Dian Silviani (34).
Tersangka yang merupakan kuli bangunan berinisial DF (23) melakukan aksi pembunuhan seorang diri dengan cara membacok korban menggunakan senjata tajam.
Kasus pembunuhan tersebut terjadi pada 24 Agustus 2034.
4. Pemalsuan Tiket Piala Dunia U-17
Satgas Penegakan Hukum Pengamanan Wilayah Jawa Tengah Operasi Aman Bacuya telah menangkap pelaku kasus pemalsuan tiket pertandingan Piala Dunia U-17 2023. Tersangka pemalsuan tiket berinisial MS (21) asal Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur.
Hal ini diungkapkan Wakasatgas Pamwil Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio dalam sesi konferensi pers di Pusat Informasi Piala Dunia U-17 2023 di Hotel Solia Zigna Kampung Batik, Solo, Sabtu (25/11/2023).
Kombes Pol Dwi Subagio menjelaskan percepatan pengungkapan kasus tersebut menjadi perhatian utama kepolisian. Sebab, perhelatan Piala Dunia U-17 2023 dalam waktu dekat akan memasuki fase-fase krusial, yakni laga semifinal dan final.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu buah tiket palsu pertandingan babak 16 besar Piala Dunia U-17 2023, bukti transfer pembayaran tiket senilai Rp150 ribu, satu buah handphone milik tersangka, dan sejumlah akun yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksinya.
Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 45 A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 378 KUHP.
Tahun 2023 ditutup dengan kasus pembunuhan berantai disertai mutilasi di wilayah hukum Polres Wonogiri.
Empat orang menjadi korban kekejaman tersangka Sarmo (35), warga Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah.
Tersangka Sarmo tersebut melakukan pembunuhan terhadap empat korban pada tahun 2020 dan terungkap kasusnya pada Desember 2023.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan kasus pembunuhan tersebut terungkap pada akhir tahun ini, berkat kerja keras jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Wonogiri yang didukung Polda Jateng.
Tersangka terungkap sebelumnya membunuh dua korban yakni Agung Santosa (47), warga Desa Sajen Kecamatan Trucuk, Klaten dan Sunaryo (47), warga Lingkungan Panggil Kelurahan/Kecamatan Jatipurno Wonogiri.
Dua korban lainnya yang terungkap yakni Katiyani, warga Desa Sanan Kecamatan Girimarto Wonogiri. Diketahui, kerangka Katiyani ditemukan di sekitar TPU Giriharjo Kecamatan Puhpelem, pada tanggal 16 Mei 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
Terkini
-
Belanja Celana Adidas Promo di Blibli Banyak Untungnya
-
Bertemu Dubes Iran, Jokowi Akui Bahas Banyak Hal, Termasuk Lobi-lobi soal Penutupan Selat Hormuz?
-
Jokowi Jamu Hidangan Spesial untuk Dubes Iran, Ada Gulai Kambing, Lontong Sayur hingga Nasi Goreng
-
Tak Lagi Menjabat, Jokowi Masih Jadi Sosok Sentral? Dubes Iran Ungkap Alasannya
-
Bertemu Jokowi, Dubes Iran Sampaikan Situasi Terkini Perang dan Harapan Perdamaian