SuaraSurakarta.id - Bakal Calon Presiden (bacapres) Gibran Rakabuming Raka mulai melakukan safari politik atau blusukan usai mendaftar ke KPU, Sabtu (28/10/2023).
Lokasi blusukan pertama yang dikunjungi Gibran adalah Kabupaten Boyolali. Di Boyolali, Gibran mengunjungi pengrajin tembaga di Tumang, Kecamatan Cepogo. Kemudian menuju Dukuh Salam Desa Samiran Kecamatan Selo.
Warga sekitar tampak antusias dengan kedatangan Wali Kota Solo ini. Mereka pun teriak-teriak memanggil nama Gibran, tak sedikit warga yang minta salaman dan foto bersama.
"Mas Gibran, Mas Gibran," ujar warga.
Gibran pun membalas sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke warga. Tidak hanya itu tapi juga melayani warga yang minta foto bersama.
Saat mengunjungi Dukuh Salam, Desa Samiran, Selo, ada salah satu warga yang memeluk dan mencoba mencium pipi Gibran.
Aksi ini terjadi usai Gibran melakukan prosesi memotong tumpeng nasi kuning.
"Senang alhamdulilah. Tadi Mas Gibran saya rangkul kayak ada magnet, wah ini orang-orang Jawa," ujar warga Dukuh Salam, Desa Samiran, Mbah Kasno (58) saat ditemui, Sabtu (28/10/2023).
Mbah Kasno mengakui saat berada didekat Mas Gibran ada magnet tersendiri. Karena aura bapaknya itu senangnya orang Jawa tulen, jadi mengambil dari itu.
Baca Juga: Perdana Safari Politik Sebagai Cawapres, Apa yang Dilakukan Gibran di Boyolali?
"Sempat rangkul dan mencium juga. Ada magnet tersendiri, jadi reflek tadi, " sambung dia.
Menurutnya, Mas Gibran itu seperti bapaknya Presiden Jokowi dicari orang-orang yang Jawa, yakni Jawa Tulen.
"Sosoknya seperti bapaknya, auranya itu sudah nampak dari bapaknya. Auranya kelihatan," katanya.
Mbah Kasno berharap agar doa dan cita-citanya terkabul, apalagi sebagai anak muda. Sekarang ini yang dikriteria kan adalah anak adalah anak muda.
"Insya allah, mudah-mudahan terkabul," imbuh dia.
Sementara itu Gibran enggan menjelaskan kenapa memilih Kabupaten Boyolali untuk lokasi pertama buat blusukan atau safari politik.
"Ben koe cedak ngetutke aku. Adoh-adoh rene," terangnya.
Di sisi lain, Koordinator Relawan Bolone Mase Kwat Hermawan Santoso mengatakan sudah ada sejumlah permintaan dari beberapa kota agar Gibran mendatangi tempat-tempat tersebut. Namun Boyolali merupakan salah satu daerah yang siap.
"Pantura Jateng, jalur tengah, dan selatan. Paling siap di jalur tengah, tapi saya pilih di Boyolali, daripada meloncat pindah ke mana," ungkap dia.
Kuat menambahkan ini merupakan safari politik perdana agar Gibran tahu problematika di masyarakat.
"Ini silaturahmi ke masyarakat. Ini kan tempat produksi tembaga. Salah satu yang terkenal tembaga ekspor, apa sih problem-problemnya, mas wali juga harus tahu," katanya.
Seperti diketahui, Gibran melakukan safari politik pertama sabtu dan minggu. Selain Boyolali, rencana akan menuju Magelang, Temanggung, hingga Salatiga.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Jadwal Waktu Buka Puasa 27 Februari 2026 dI Kota Solo, Lengkap dengan Bacaan Doa
-
Ini Respons Jokowi Soal Gugatan Melarang Keluarga Presiden-Wapres Maju Pilpres
-
Safari Ramadan ke Ponpes Abuya Muhtadi, Kaesang Pangarep Bawa Salam Jokowi dari Solo
-
7 Fakta Viral Ayah Aniaya Anak di Sragen, Alasannya Bikin Publik Marah!
-
Disebut Terima Dana Hibah Keraton Solo, Kubu Tedjowulan: Di mana Letak Kesalahannya?