SuaraSurakarta.id - Berkas perkara kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan manajer Persis Solo, Waseso masih terkatung-katung.
Kuasa hukum korban Roestina Cahyo Dewi, Romi Habie mempertanyakan kinerja jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo yang terksesan mempersulit penyidik Satreskrim Polresta Solo dalam pemenuhan petunjuk kelengkapan berkas sehingga tak kunjung berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21.
"Ada semacam kejanggalan karena penyidik seperti dipersulit oleh jaksa penuntut umum (JPU) dengan pemberian petunjuk baru yang kami nilai sebuah hal yang mustahil," kata Romi Habie kepada awak media, Senin (24/7/2023).
Dia memaparkan, petunjuk yang mustahil bisa dilakukan penyidik Satreskrim Polresta Solo adalah permintaan agar ahli dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memeriksa sejumlah saksi hingga tersangka dalam kasus itu.
Menuru Romi, di dalam regulasi dan perundang-undangan tidak pernah ada perintah atau kewenangan dari PPATK untuk membuat berita acara pemeriksaan sesuai dengan petunjuk JPU.
"Petunjuk ini menurut kami sangat memprihatinkan dan terkesan ada upaya penjegalan dalam penanganan kasus ini. Apalagi sebelumnya Pak Kajari menegaskan jika kasus ini mendapatkan atensi khusus, namun justru semakin dipersulit jaksa," tegasnya.
Sebelumnya berdasarkan audit forensik yang dilakukan auditor Dian Djandra asal Tangerang Selatan, Banten dengan Nomor: 00001/2.1271/AI/12/1636-1/0/II/2023, 6 Februari 2023 silam, terdapat kesimpulan adanya TTPU dengan kerugian 1.754.469 dolar AS yang dialami korban Roestina Cahyo Dewi.
Berdasarkan hasil audit forensik itu pula, kejahatan TPPU yang dilakukan Waseso digunakan untuk membeli 14 aset tanah hingga satu unit mobil mewah.
"Kami kira teman-teman penyidik sudah melengkapi berkas P19 yang pertama dan itu cukup itu menaikkan status ke P21. Sehingga kasus ini bisa segera disidangkan," jelas Romi Habie.
Baca Juga: Kena Semprot Jokowi, Ini Deretan Kasus Jaksa 'Mempermainkan' Hukum
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Sunandar menegaskan jika penyidik sudah melengkapi seluruh peuntuk P19 pertama dari jaksa.
"Setelah kami lengkapi semua yang pertama, ternyata ada petunjuk baru dari jaksa dan berkas dikembalikan ke kami," jelas dia.
Disinggung mengenai petunjuk dalam P19 terkait petunjuk agar ahli dari PPATK yakni Ardhian Dwiyoenanto memeriksa dan wawancara terpisah kepada sejumlah pihak termasuk saksi dan tersangka, Agus memberikan jawaban bijak.
"Ya semua pasti kami coba," ucapnya.
Terpisah, Waseso mengungkapkan permasalah ini sebenarnya kasus lama dan telah divonis bersalah karena kasus pemalsuan tanda tangan.
Dalam kasus tersebut, lanjut dia, uang itu merupakan milik PT Ladewindo dengan pendukung dananya adalah dia sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres