Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 14 Maret 2023 | 10:41 WIB
Konferensi pers hasil pemeriksaan forensik potongan kaki di Grojogan Lawu. [Timlo.net/Raymond]

SuaraSurakarta.id - Kasus penemuan potongan tubuh di wisata Grojogan Sewu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar memasuki babak akhir.

Korban diketahui bernama Satiyem (81) bukan karena kasus mutilasi, melainkan jatuh di sungai hingga terseret arus.

Fakta itu disampaikan Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy.

"Diduga, mbah Satiyem terjatuh ke sungai. Lalu terseret arus sampai ke air terjun Grojogan Sewu sejauh 5 KM," kata AKBP Jerrold dilansir dari Timlo.net--jaringan Suara.com, Selasa (14/3/2023).

Baca Juga: Pria Asal Karangpandan Karanganyar Diciduk Usai Simpan Puluhan Miras, Diduga untuk Pesta Kemenangan Calon Kades

Jerrold menjelaskan, korban merupakan warga Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Fakta tersebut, lanjut dia, memupus dugaan korban mutilasi.

Dalam gelar hasil tes DNA dan olah TKP, terungkap identitas jasad berupa kaki kanan yang ditemukan pada 23 Februari dan badan utuh tanpa kaki kanan pada 24 Februari 2023.

Setelah diteliti, dua jasad tersebut dari tubuh yang sama. Kemudian hasil tes DNA terhadap dua warga yang masih berkerabat identik dengan mbah Satiyem.

Wanita renta ini dilaporkan menghilang pada tiga hari sebelum jasad pertama ditemukan.

Baca Juga: Besok Malam Nella Kharisma Bergoyang di Alun-alun Karanganyar, Polisi Wanti-wanti Soal Pencopet

"Tidak ada tanda penganiayaan atau motif kriminal yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tegasnya.

Load More