SuaraSurakarta.id - Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra rupanya masih tertinggi. Hal itu berdasarkan hasil survei dari Skala Survei Indonesia (SSI).
Survei tersebut menunjukkan nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto unggul pada simulasi pemilihan presiden (pilpres) dua putaran, baik dengan empat maupun tiga kandidat.
Direktur Eksekutif SSI Abdul Hakim mengatakan pada simulasi dengan empat kandidat calon presiden, Prabowo unggul dengan elektabilitas 35,3 persen dari nama Ketua DPR Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Di ronde kedua, jika yang maju adalah Prabowo versus Ganjar, maka Prabowo punya potensi lebih besar untuk mengalahkan Ganjar dengan tingkat keterpilihan 35,3 persen; sedangkan Ganjar 33,8 persen," kata Abdu Hakim dikutip dari ANTARA, pada Jumat (19/11/2022).
Sebelumnya, Hakim mengatakan pada ronde pertama simulasi pilpres, justru Ganjar Pranowo unggul dengan elektabilitas 28,6 persen, kemudian Prabowo meraih 26,3 persen, Anies mendapat 23,3 persen, dan Puan memperoleh 0,7 persen; sementara itu, 21,1 persen lainnya tidak menjawab, mengaku tidak tahu, dan belum memutuskan.
"Jika ada empat nama yang maju, belum ada satu capres pun yang memiliki elektabilitas mencapai 50 persen plus 1 untuk bisa memenangi kontestasi (simulasi pilpres) dalam satu ronde. Bahkan, jika suara yang tidak tahu atau tidak jawab atau rahasia atau belum memutuskan ditambahkan secara proporsional ke empat nama yang maju, juga belum (ada 50 persen plus 1)," jelasnya.
Dengan demikian, lanjut Hakim, pilpres tidak akan selesai dalam satu babak dan berpotensi berlanjut ke putaran kedua. Berdasarkan simulasi itu, yang berpotensi maju ke putaran kedua adalah Ganjar dan Prabowo.
Hakim mengatakan Prabowo unggul pada putaran kedua karena suara para pemilih Anies di putaran pertama cenderung berpindah kepadanya.
"Suara Anies akan berpindah memilih Prabowo sebanyak 31,5 persen, sementara yang memilih Ganjar sebanyak 17,9 persen," katanya.
Baca Juga: Padahal Nggak Ngasih Efek Apapun, Partai Golkar Kekeuh Jagokan Airlangga Hartarto Jadi Capres 2024
Selanjutnya, dalam simulasi pilpres dengan tiga kandidat-yakni Prabowo, Anies, dan Puan-pada putaran pertama, Prabowo unggul dengan elektabilitas 31,3 persen; Anies 28,1 persen; dan Puan 3,0 persen. Lalu pada putaran kedua, Prabowo kembali unggul dengan elektabilitas 33,2 persen.
Pada putaran pertama simulasi pilpres dengan kandidat Prabowo, Ganjar, dan Puan, kemenangan diraih oleh Prabowo dengan elektabilitas 31,8 persen; selanjutnya Ganjar sebanyak 31,6 persen dan Puan Maharani 3,3 persen.
"Di ronde kedua, Prabowo memiliki potensi lebih besar untuk mengalahkan Ganjar dengan elektabilitas 35,3 persen, sedangkan Ganjar 33,8 persen," kata Hakim.
Kemudian, pada putaran pertama simulasi dengan kandidat Prabowo, Ganjar, dan Anies, sosok yang unggul adalah Ganjar dengan elektabilitas 29,7 persen, Prabowo 24,8 persen, dan Anies 23,5 persen. Namun, pada putaran kedua, Prabowo justru unggul dengan elektabilitas 35,3 persen karena suara dari pendukung Anies.
Survei SSI dilakukan pada 6-12 November dengan populasi WNI berusia 16 tahun ke atas atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sampel menggunakan metode penarikan acak bertingkat dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.200 orang dan berasal dari 34 provinsi di Indonesia.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Toleransi atau batas kesalahan survei ini sekitar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia
-
Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!
-
Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta
-
Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020
-
Soal Ijazah Gibran, KPU Solo Tegaskan Sudah Lakukan Verifikasi Secara Faktual