SuaraSurakarta.id - Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah 2022 bakal digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/11/2022). Acara akbar tersebut disebut-sebut bakal dihadiri 3 juta orang dari seluruh daerah di Indonesia.
Persiapan pun sudah dilakukan, termasuk masalah keamanan. Nantinya, sebanyak 5.000 personel dari internal, TNI dan Polri telah disiapkan untuk acara pembukaan perhelatan.
"Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan panitia muktamar untuk memastikan detik-detik acara yang akan diselenggarakan oleh panitia muktamar yang informasinya akan dihadiri mencapai jutaan orang," kata Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi, dikutip dari ANTARA pada Rabu (16/11/2022).
Jumlah petugas keamanan dari internal Muktamar yakni Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) sebanyak 3.500 personel dan ribuan personel TNI dan Polri sehingga total pasukan sekitar 5.000 personel lebih telah disiapkan untuk pembukaan perhelatan muktamar.
Pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan panitia muktamar untuk memastikan detil-detil acara yang akan diselenggarakan oleh panitia muktamar yang melibatkan informasinya secara akumulasi dihadiri mencapai jutaan orang.
Hal tersebut akumulasi karena semua daerah melaksanakan muktamar, pihaknya melakukan antisipasi jika angka jutaan orang yang akan hadir di Kota Solo, ada di wilayah hukumnya.
Artinya, kata Kapolres, semangat sebagai aparat pengamanan memberikan pelayanan kepada seluruh pendatang, pengunjung, partisipan, dan muktamirin yang terlibat dalam muktamar untuk bisa nyaman, aman, dan terselenggara dengan baik kegiatan di wilayah Solo.
Kapolres mengatakan pada acara puncak pembukaan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Stadion Manahan Solo, pada Sabtu (19/11), yang akan dihadiri Presiden RI, mobilisasi massa atau muktamirin atau peserta yang sudah teregistrasi diasumsikan memenuhi stadion dengan kapasitas sekitar 12.000 hingga 13.000 orang diharapkan bisa masuk.
"Hal ini, mengingat jumlah peserta yang diasumsikan oleh panitia penerima yang bakal masuk di Stadion Manahan, hingga sekitar 13.000 orang," kata Kapolres.
Selain itu, peserta penggembira yang berada di luar stadion dan panitia akan menyiapkan layar-layar lebar menyiarkan secara langsung untuk muktamirin yang tidak masuk.
"Bagaimana pola-pola kami dalam pengamanan dengan mengedepankan petugas Kokam yang sudah diarahkan dan digladikan sebelumnya," katanya.
Polresta Surakarta bersama TNI dan elemen pemerintah daerah lainnya membuka ruang seluas-luasnya dan kerja sama pengamanan internal yang jumlahnya mencapai antara 1.500 hingga 2.000 orang khusus asal Jateng. Jumlah akan bertambah hingga total sekitar 3.500 orang dari seluruh Indonesia.
"Kami akan pagar betis lokasi dari mulai Edutorium UMS hingga Stadion Manahan karena diketahui yang datang bukan orang Solo saja. Kami berharap mereka yang datang ke lokasi tidak tersesat akan penunjuk jalan dan sudah digladikan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Duh! Persis Solo Punya Tunggakan Hutang Rp1,5 Miliar ke Pemkot dari Sewa Stadion Manahan
-
Geger Politik! PSI Klaim 20 Anggota DPR Aktif Pindah Haluan, Efek Jokowi Jadi Magnet Kuat?
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler
-
Melalui Sekolah Rakyat, Anak Pedagang Cilok di Boyolali Punya Harapan Baru
-
Sekolah Rakyat Selamatkan Anak Yatim Sejak Bayi: Sempat Putus Sekolah, Hobi Tawuran