SuaraSurakarta.id - Gaya hidup masyarakat Indonesia turut menyumbang tingginya kasus diabetes. Kebiasaan mengonsumsi gula yang terus meningkat khususnya pada kalangan muda menjadi salah satu contohnya.
Menurut Senior Manager Medical Underwriter Sequis dokter Fridolin Seto Pandu, kebiasaaa tersebut sebenarnya dapat ditekan, salah satunya dengan memilih asupan makanan dan minuman rendah gula untuk menekan penyakit diabetes.
Ia mengatakan satu gelas es kopi susu kekinian misalnya, ada yang mengandung 25 sendok teh gula per sajian atau setara dengan 400 kalori.
Sementara jumlah gula yang boleh dikonsumsi idealnya 10 persen dari kebutuhan energi total. Apabila kebutuhan kalori 1.500 kalori, maka asupan gula maksimal yakni 150 kalori.
Fridolin lalu menyarankan orang-orang memilih asupan rendah gula, termasuk membatasi karbohidrat agar jangan melebihi kebutuhan harian.
Menurut dia, orang-orang boleh saja menyantap hidangan manis tetapi sebaiknya kurangi porsi dan durasi konsumsinya hingga nanti terbiasa memesan minuman kekinian tanpa gula.
Saran lainnya agar terhindar dari risiko penyakit diabetes yakni melakukan olahraga atau latihan fisik secara rutin. Latihan beban sangat baik karena otot akan membakar gula dan meningkatkan kerja insulin.
Selain itu, rutin berolahraga dapat menjaga berat badan tetap ideal, meningkatkan kesehatan mental, dan menjaga suasana hati juga mengurangi risiko stres.
Orang-orang juga perlu menerapkan pola hidup sehat meliputi konsumsi makanan dan minuman bergizi dan seimbang, cukup istirahat dan tidur teratur, pengelolaan stres dan berpikir positif, serta secara perlahan menghentikan kebiasaan merokok, soda, dan alkohol.
Baca Juga: Sering Minum Alkohol hingga Gaya Hidup Buruk Bisa Jadi Penyebab Terpapar Pneumonia
Hal lainnya yang juga diperlukan yakni memeriksakan kadar gula darah secara berkala untuk memonitor kadar gula darah sebagai upaya deteksi dini penyakit diabetes.
Bagi mereka dengan kondisi tubuh sehat dan tidak berisiko tinggi terhadap diabetes, maka dapat melakukan pemeriksaan gula darah setahun sekali.
Sementara orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, stroke, atau memiliki riwayat keluarga penderita diabetes, mengalami obesitas, serta berusia 40 tahun ke atas disarankan memeriksakan kadar gula darah lebih sering sesuai petunjuk dokter.
Dia mencatat prevalensi diabetes akan sulit ditekan jika masyarakat masih terus terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, terdapat sekitar 19,5 juta orang Indonesia berusia 20-79 tahun yang mengalami diabetes di Indonesia.
"Kebiasaan minum dan makanan manis dalam jumlah banyak dan rutin dapat membuat tubuh mengalami resistensi insulin," kata Fridolin dikutip dari ANTARA pada Selasa (15/11/2022).
Resistensi insulin yakni sel-sel tubuh tidak mampu menggunakan gula yang masuk ke dalam tubuh karena terjadi gangguan respon insulin atau dikenal dengan prediabetes. Insulin berguna untuk membantu proses metabolisme gula darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar
-
Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris
-
Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi
-
MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia
-
Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!