SuaraSurakarta.id - Pemkot Solo menyebar ribuan kupon untuk masyarakat pada kegiatan pasar murah dalam rangka pengendalian inflasi daerah.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, dilaksanakannya pasar murah tersebut sebagai upaya untuk mencegah inflasi. Selain di Kecamatan Jebres, kegiatan serupa juga akan dilakukan di empat kecamatan lain di Kota Solo dengan jumlah kupon yang hampir sama.
"Untuk di sini saja (Kecamatan Jebres) ada 3.070 kupon," kata Gibran saat meninjau kegiatan pasar murah di Pendopo Kantor Kecamatan Jebres, Solo, dilansir dari ANTARA, Senin (7/11/2022).
Pada paket sembako tersebut, setiap penerima memperoleh sebanyak 5 kg beras, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, dan satu kotak teh seduh dengan nilai Rp99.200. Namun dengan subsidi pemerintah, setiap penerima cukup membayar sebesar Rp25.000/paket.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta Nugroho Joko Prastowo mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendukung penuh adanya pasar murah.
"Ini juga untuk menjamin adanya ketersediaan pasokan pangan. Harga terjangkau karena disubsidi oleh pemkot. Harapannya upaya ini bisa mengendalikan permintaan di pasar sehingga harga bahan pokok menjadi terkendali," ujar dia.
Selain pasar murah, pada kesempatan tersebut dibagikan juga bibit cabai sebanyak 9.000 bibit kepada masyarakat. Ia mengatakan pembagian dilakukan dalam rangka mendukung gerakan tanam cabai.
"Kami sudah koordinasi secara intens dengan Pemkot Solo terkait gerakan ini. Meski saat ini harga berangsur turun namun dari laporan ternyata komoditas cabai masih menyumbang inflasi," paparnya.
Apalagi, dikatakannya, biasanya bulan Desember ini harga cabai mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan dan di sisi lain tingginya intensitas hujan yang berdampak pada penurunan volume produksi.
Baca Juga: Usulkan Kenaikan UMP 2023, Ganjar Pranowo: Sesuai Inflasi Jateng
"Untuk mengatasi ini kami dorong kegiatan tanam cabai. Harapannya satu bulan sudah berbuah, jadi pada Desember sudah berbuah. Dalam hal ini Tim Penggerak PKK dan kelompok wanita tani bisa memenuhi kebutuhan cabai untuk masyarakat," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi