Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:08 WIB
Ilustrasi seseorang mendapatkan teror pembunuhan melalui WhatsApp. [Asterfolio/Unsplash]

"Awalnya, saya tidak tahu kalau SMS itu bernada ancaman. Tahunya, setelah peristiwa itu," ungkap Bambang di hadapan majelis hakim.

Load More