SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kota Surakarta mulai memetakan sekolah untuk program regrouping atau penggabungan menyusul kasus kekurangan siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Hery Mulyono mengatakan masalah yang muncul pada PPDB tahun ini kekurangan siswa di beberapa Sekolah Dasar.
"Yang paling menonjol SDN Sriwedari hanya satu anak (siswa baru, red.)," kata Hery dikutip dari ANTARA di Solo, Rabu (13/77/2022).
Terkait hal itu, menurut dia, sebetulnya bukan menjadi permasalahan besar. Bahkan, tidak ada keberatan yang muncul dari orang tua siswa.
"Namun kewajiban pemerintah memperbaiki, di laporan tadi (kepada Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming, red.) kami sampaikan bahwa regrouping hanya salah satu dari solusi terkait masalah kekurangan siswa sekolah," katanya.
Ia mengatakan penggabungan sekolah bisa dilakukan selama memenuhi ketentuan yang disyaratkan pemerintah, di antaranya jumlah siswa di satu sekolah kurang dari 100 anak, jarak antara satu sekolah dan sekolah lain kurang dari satu kilometer, dan ada dua atau lebih sekolah yang berada di dalam satu halaman.
Pihaknya mencatat untuk PPDB tahun ini ada sekitar 10 SD di Kota Solo yang menerima siswa baru kurang dari 10 anak.
"Itu bisa di-regrouping, untuk SDN Sriwedari ini yang sedang kami pikirkan untuk regrouping, tapi kan tidak sederhana, hari ini lalu di-regrouping kan tidak. Perlu proses," katanya.
Mengenai minim jumlah siswa baru di SDN Sriwedari, salah satunya karena sekolah tersebut tidak berada di kawasan padat penduduk.
Baca Juga: Guru Honor di Medan Mengadu ke DPRD Gegara Diberhentikan Sepihak
"Misalnya jika dibandingkan dengan Semanggi atau Sangkrah, makanya anak yang mau masuk SD itu kurang. Kalaupun ada pasti mereka pilih sekolah yang berkualitas, kan juga tahu kondisi ekonomi di sekitar seperti ini," katanya.
Ia mengatakan penggabungan sekolah bisa dilakukan dengan sekolah terdekat.
"Yang terdekat jaraknya, tujuan zonasi supaya efisien, tidak banyak biaya. Kalau Sriwedari dengan Bumi juga dekat, dari orang tua tidak ada apa-apa," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Duh! Viral Warung Bakso di Klaten Kenakan Tarif AC ke Pembeli
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Perkuat Wawasan Industri, Sekolah Vokasi UNS Undang Mohammed Aden Suryana Jadi Dosen Tamu
-
Dipimpin AKP Primadhana Bayu Kuncoro, Polres Karanganyar Ungkap Dua Kasus Narkoba