"Jadi kakaknya sering menemani bermain. Kadang saya ajak agar main dengan kakak kelasnya, mereka juga mau mengajak bermain atau sekedar jajan bareng," terangnya.
Diyan juga sering berkomunikasi dengan orang tuanya, apakah ada permasalahan atau tidak karena sementara ini tidak ada teman satu kelasnya.
"Alhamdulillah, orang tua memberi suport penuh. Sudah menitipkan kepada saya juga, sudah tahu kondisinya juga," ujar Diyan.
Sementara itu, Kepala SDN Sriwedari 197 Bambang Suryo Riyadi menjelaskan awalnya ada tiga siswa yang mendaftar di sini. Tapi dua pendaftar itu menjadikan SDN Sriwedari sebagai opsi kedua.
"Ada dua siswa lain yang daftar sebenarnya. Mereka bukan ditolak, tapi mereka SDN Sriwedari hanya menjadi pilihan kedua, satu masuk di SD Tumenggungan, dan satunya SD Mangkubumen," papar dia.
Bambang menambahkan, sejak sistem zonasi diterapkan jumlah peserta didik baru terus mengalami penurunan. Tahun lalu hanya lima siswa saja, saat ini naik kelas 2 ada empat siswa, sedangkan satu siswa harus tinggal kelas. Sehingga kelas 1 saat ini ada dua siswa.
Selain sistem zonasi, penyebab lain yang membuat sekolahnya sepi peminat, karena di sekitar SDN sekarang berdiri perhotelan, perkantoran dan GOR.
Dulu di sekitar sekolah itu permukiman penduduk yang jumlah masyarakat cukup banyak.
"Sekarang sudah beralih fungsi menjadi perhotelan, perkantoran dan lapangan. Jumlah masyarakatnya sudah banyak berkurang," tandasnya.
Baca Juga: Real Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Kisah Kepsek 8 Tahun Antar Jemput Siswanya
Selain itu persaingan dengan sekolah swasta juga menjadi salah satu faktor. Apalagi sekolah swasta lebih awal membuka pendaftaran peserta didik baru.
Berita Terkait
-
Seorang Polisi Jadi Korban Begal di Cikarang, Honda Scoopy Miliknya Dibawa Kabur
-
Viral! Istri Polisi Joget di Zebra Cross, Suami Kena Skors
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
-
Perusahaan Travel Dipolisikan Kasus Penipuan Modus Kode Booking Palsu, Korban Rugi Miliaran Rupiah
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri