SuaraSurakarta.id - David Dwi (18), rela menggelontorkan uang puluhan juta rupiah untuk memodifikasi motor CB. Dengan waktu dua tahun untuk memodifikasi motor lawas, warga Sragen ini menghabiskan uang Rp70 juta.
Ini disampaikan, David yang mengikuti contest motor CB 2020 Piala Gubernur di Sport Hall Lantai 2 Terminal Tirtonadi Solo, Minggu (26/6/2022).
David mengatakan jika motor CB kesayangannya dimodif klasik modifikasi. Modifikasi yang dilakukan ini selama dua tahun.
"Ini klasik modifikasi. Kira-kira habis Rp 70 an juta, ini dikerjakan selama dua tahun," terang dia saat ditemui, Minggu (26/6/2022).
David menjelaskan, modifikasi motor ini dikerjakan dari nol atau awal setelah membeli motor CB ini. Pertama yang dikerjakan itu mengubah cat motor, dulu itu warnanya hitam, terus merah, lalu hijau seperti sekarang ini.
Untuk stang dan velg dipoles dengan warna keemasan. Sedangkan untuk jok warna hitam dengan dikombinasi warna putih.
"Awalnya itu mengubah warna cat, dari hitam terus merah dan hijau. Kemudian memoles mesin biar warnanya mengkilap," katanya.
Saat ditanya kenapa mayoritas warna hijau. David mengaku karena suka dengan warna hijau. Motor yang dibeli itu Suzuki CB tahun 1973, ia membeli motor tersebut tahun 2016 lalu.
Menurutnya, semua body motor itu dipoles atau dimodifikasi. Bahkan mesinnya pun sudah diganti dengan mesin motor tiger, untuk knalpot masih standar.
Baca Juga: 6 Fakta Guru di Sragen Diminta Kembalikan Gaji dan Sertifikasi Rp 160 Juta
"Untuk mesin punyanya tiger. Knalpot masih standar tidak diubah sama sekali," sambung dia.
David mengaku habis Rp70 juta itu tidak sekaligus tapi dikeluarkan secara bertahap. Apalagi modifikasi ini dikerjakan selama dua tahun, jadi uang yang dikeluarkan itu bertahap.
Habis Rp70 juta itu tidak dimarahi sama orang tua. Karena dikerjakan secara bertahap, jadi tidak ketahuan dan itupun pakai uang pribadi.
"Itu dikeluarkan bertahap tidak sekaligus. Tidak dimarahi, inipun pakai uang sendiri hasil dari menabung," ungkapnya.
Ia suka motor lawas ini sudah lama tapi baru terpenuhi dan punya motor CB ini tahun 2016. Ia pun bercerita sering touring ke berbagai daerah bersama komunitas motor CB. Saat perjalanannya pun sering macet.
"Suka aja dengan motor CB ini, santai saja. Kalau touring sering ikut, pernah saat touring itu malah mogok," imbuh dia.
Ia ikut kontes motor CB ini baru pertama kali. Apalagi modifikasi motornya belum lama jadi.
Menurutnya kontes ini cukup bagus dan bisa ketemu dengan komunitas motor CB dari berbagai daerah. Sehingga bisa saling bertukar pengalaman dengan para pecinta motor CB.
"Baru pertama ikut. Cukup bagus dan luar biasa, bisa kenal dengan pecinta motor CB. Targetnya tidak cari juara tapi cari pengalaman dan bisa tukar pikiran," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Soal Dana Hibah Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Siap Diaudit BPK
-
Bajaj Indonesia Perkuat Kolaborasi Lokal Bertajuk 'Bajaj Untuk Surakarta'
-
Waktu Buka Puasa di Solo hari ini 25 Feb 2026, Lengkap Jadwal Isya
-
Respati Ardi Targetkan Penyerapan dan Penyaluran Tenaga Kerja Lewat Program RSK Lebih Optimal
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI