Lalu di masa persalinan, kedua orang tua bisa memikirkan bahwa persalinan yang dilakukan akan berjalan dengan lancar, nyaman, tenang, dikuatkan, diikhlaskan, dan melalui proses yang bahagia.
Memasuki masa menyusui, afirmasi positif yang bisa diberikan adalah ASI lancar dan bisa memenuhi kebutuhan bayi lahir dan batin.
Selain memberikan sugesti pada diri sendiri, "hypnobirthing" juga bisa dilakukan bersama janin saat di dalam kandungan. Komunikasi intens orang tua terhadap janin dinilai bisa mengurangi stres dan membuat proses kehamilan terasa ringan.
Adapun komunikasi bisa dilakukan dengan cara mengajak janin mengobrol di sela- sela aktivitas sehari-hari.
Untuk ibu, komunikasikan apapun yang ibu rasakan kepada bayi saat menjalani masa kehamilan. Ketika janin bergerak atau menendang, baik ibu dan ayah bisa menyapanya. Bahkan ibu dan ayah bisa meminta pendapat janin saat akan mengambil keputusan selama masa kehamilan berlangsung.
Saat memutuskan untuk melakukan "hypnobirthing" pastikan juga kondisi kesehatan baik ibu dan ayah prima terutama dari segi mental.
Melansir Healthline, saat akan melakukan "hypnobirthing" pastikan calon ayah dan ibu bisa memulainya dengan mengatur nafas dengan lebih teratur dan dalam kondisi tenang.
Ketika kondisi tenang sudah tercipta, barulah calon ayah dan ibu bisa mulai mengambil fokus dan memikirkan serta memberikan afirmasi positif.
Pakai kata- kata yang terasa menenangkan, seperti dibanding menggunakan kata "kontraksi" untuk membayangkan persalinan ada baiknya kata itu diubah menjadi "gelombang cinta".
Baca Juga: Jelang Persalinan, Calon Orang Tua Perlu Jaga Kesehatan Mental
Tentunya kata- kata itu juga harus bisa didukung dengan visualisasi yang positif seperti membayangkan persalinan tergambar seperti setangkai bunga yang sedang mekar.
Dengan terus memberikan afirmasi positif dan visualisasi yang baik tentunya baik ibu maupun ayah akan lebih tenang dan mampu menghadapi persalinan dengan lebih mantap.
Beberapa keuntungan lainnya yang mungkin terjadi ketika orang tua menerapkan "hypnobirthing" di masa kehamilan di antaranya membantu proses kelahiran lebih cepat karena biasanya ibu sudah lebih siap menyambut sang buah hati.
Selain itu disebut juga bahwa intervensi medis yang dilakukan bisa lebih sedikit. Hal itu dibuktikan dalam sebuah studi di 2011 membuktikan ibu yang melahirkan alami dan sudah menjalani "hypnobirthing" lebih sedikit mendapatkan injeksi oksitoksin untuk mendorong kelahiran bayi.
Selain itu, studi di 2013 juga menunjukkan bahwa ibu yang sudah menjalani metode ini pun memberikan rasa aman untuk mengontrol dirinya ketika persalinan berlangsung dan akhirnya mengurangi rasa takut terkait hal itu.
Meski bisa dilakukan sendiri, akan lebih baik jika metode "hypnobirthing" ini bisa dipantau dan didampingi prosesnya bersama ahli seperti dokter atau pun doula.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat