SuaraSurakarta.id - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya turut berduka cita atas meninggalnya putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz.
Melalui kanal youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyampaikan doa untuk Eril dan mengungatkan keluarga Ridwan Kamil yang ditinggal putranya tersebut.
"Kepada bapak Ridwan Kamil saya ucapkan semoga Allah memberikan pahala yang berlipat pada beliau dan keluarga. Yang telah wafat diampuni oleh Allah. Takjizah dari jauh," kata Buya Yahya.
Buya Yahya lantas menuturkan bahwa keluarga Ridwan Kamil tidak boleh larut dalam kesedihan. Pasalnya Eril meninggal dunia dalam kondisi syahid.
"Putra Ridwan Kamil yang wafat dalam keadaan tenggelam harus kita yakini karena Nabi yang menyebutkannya maka wafatnya dalam keadaan mati syahid," ungkapnya.
Ulama berusia 48 tahun ini membeberkan kategori-kategori orang yang meninggal dunia dalam keadan syahid.
"Orang mati syahid ada lima, yang pertama orang yang kena wabah seperti corona, yang kedua sakit perut terus meninggal dunia, ketiga orang yang tenggelam, keempat orang yang terkena teruntuhan dan terakhir meninggal di medan perang," tuturnya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan keistimewaan orang mati syahid dosa-dosanya langsung diampuni oleh Allah dan bagi keluarga yang ditinggalkan akan mendapat syafaat di akhir nanti.
"Maka ini kabar gembira bagi keluarga (Ridwan Kamil) karena ini Nabi yang menyebutkan hadist shahih," sambungnya.
Meski jasad Eril belum ditemukan, Buya Yahya mengatakan dalam Islam telah sah ketika keluarga maupun umat muslim melaksanakan salat ghaib untuk putra Ridwan Kamil tersebut.
"Menurut madzhab Hambali bisa langsung disalati. Tapi ada sedikit pendapat madzhab Syafii bahwa tidak perlu disalati karena jasadnya tidak ditemukan dan tidak dimandikan. Tapi ada pendapat Syafii lainnya juga boleh disalati," pungkasnya.
Tambahan informasi, meski telah sepekan lebih jasad Eril belum ditemukan. Pihak kepolisian Swiss telah berjanji akan mencari Eril tanpa batas waktu dan berusaha melakukan upaya-upaya yang optimal dengan mengerahkan petugas khusus yang memiliki keahlian dan menggunakan beragam metode pencarian.
Proses pencarian akan terus dilakukan tanpa batas waktu yang dapat ditentukan. Artinya, misi pencarian akan berlangsung hingga Eril ditemukan," kata Muliaman, menyebut nama panggilan putra sulung Ridwan Kamil itu pada konferensi daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (6/6/2022).
Memasuki musim panas di Swiss, kata Muliaman, kepolisian setempat yakin naiknya temperatur yang dapat menambah debit air Sungai Aare akan memudahkan misi pencarian tersebut.
"Musim panas juga berarti intensitas dan aktivitas pengunjung di sepanjang Sungai Aare juga akan bertambah. Peningkatan dinamika air dan manusia di Sungai Aare diharapkan akan berkontribusi dalam proses pencarian," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Solo akan Berlakukan Jam Wajib Belajar, Respati Ardi Minta Orang Tua Ikut Mengawasi
-
Kembalikan Kerugian Negara Triliunan Rupiah, Ketua Komjak RI Apresiasi Kejaksaan Agung
-
Manajemen Max Auto dan Maxride Audiensi dengan Pengurus Kampung Wisata Batik Kauman
-
5 Mobil LMPV 80 Jutaan Paling Irit & Awet, Mana yang Paling Worth It?
-
Unik! Hadiah Ulang Tahun Traktor Combi Bikin Heboh di Maospati