Arti wong ngemis pada akhirnya berubah dari masyarakat yang menerima sedekah dari sang raja disetiap hari Kamis menjadi orang yang meminta-minta pemberian dari orang lain. Makna wong ngemis pun diserat ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Pengemis".
Kamus Besar Bahasa Indonesia kemudian mendeskripsikan kata pengemis sebagai orang yang meminta-minta sedekah.
Sehingga dapat disimpulkan dari tradisi kemisan itulah pekerjaan pengemis atau orang yang meminta-minta muncul.
Kendati demikian, tradisi Kemisan yang rutin hingga detik ini di Keraton Surakarta sebagai bentuk kepedulian dari sang pemimpin kepada masyarakat yang masih hidup dalam kesusahan. Karena kewajiban mutlak seorang pemimpin yaitu mensejahterakan masyarakat tanpa pandang bulu.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Didit Prabowo Tiba-tiba Temui Jokowi di Solo, Ada Apa?
-
Kritik Pedas Program MBG hingga Koperasi Desa, Mahasiswa Beri Ultimatum 7x24 Jam ke Pemerintah
-
Rismon Sianipar Temui Jokowi di Solo, Bawa Buku 'Otentifikasi Ijazah'
-
Malam Satu Suro di Keraton Solo Memanas: Dua Kubu Keluarga Keraton Terlibat Adu Mulut!
-
Peringatan Malam 1 Suro, Kubu PB XIV Purboyo Tak Lakukan Kirab Pusaka, Ini Alasannya