Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Rabu, 02 Maret 2022 | 17:10 WIB
Para penari sedang latihan Tari Bedhaya Anglir Mendhung untuk jumenengan KGPAA Mangkunegara X. [Suara.com/Ari Welianto]

"Sebelumnya itu sudah memang minta palilah dari Gusti Putri untuk diperbolehkan persiapan jumenengan buat siapa pun. Karena itu tugas kami sebagai abdi dalem," katanya.

Selain persiapan Tari Bedhaya Anglir Mendhung, lanjut dia, dalam waktu dekat akan dilakukan bagaimana tata cara pengukuhan.

Untuk Tari Bedhaya Anglir Mendhung itu nanti durasinya 50 menit, ini akan di tarikan oleh tujuh penari.

"Nanti akan ada gladi bersih dan gladi kotor," imbuh dia.

Baca Juga: GPH Bhre Cakrahutomo Jadi Mangkunegara X, Pengamat: Tidak Harus Islam, Asal...

Dalam jumenengan nanti, rencananya akan mengundang tiga kerajaan penerus Mataram Islam.

Ketiga kerajaan tersebut adalah Keraton Kasunanan Surakarta, Keraton Yogyakarta, dan Pura Pakualaman.

"Kita tidak bisa melupakan kerajaan penerus Dinasti Mataram Islam. Makanya nanti kita akan mengundang mengundang mereka semua," sambungnya.

Untuk pengukuhan nanti akan digelar di Pendapa Pura Mangkunegaran. Rencana akan mengundang sekitar 300 undangan sesuai aturan protokol kesehatan.

"Yang kita utamakan diundang itu jelas Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Solo serta tokoh-tokoh di sekitar Solo. Karena ini sekalian perkenalan," tandas dia.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Raja Mangkunegara X, GPH Bhre Cakrahutomo Disebut Sudah Jadi Mualaf dan Masuk Islam

"Kita juga mengharap juga nanti putra putri KGPAA IX yang lain hadir, kita sudah siapkan posisi tempatnya. Mereka juga harus tahu prosesi perjalanannya," pungkasnya.

Load More