SuaraSurakarta.id - Belakangan ini masyarakat Indonesia tengah kesulitan mencari salah satu bahan pokok minyak goreng.
Kalau pun ada, minyak goreng yang dijual oleh pedagang di pasar maupun toko harganya sangat mahal. Meski pemerintah telah menetapakan harga eceran, nampak tidak berpengaruh sama sekali.
Hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab minyak goreng bisa langka dan harganya melambung tinggi di pasaran.
Bahkan buntut kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng tersebut. Ada sejumlah oknum nakal di Kudus yang memanfaatkan momentum tersebut dengan menjual minyak goreng oplosan.
Beruntung, Polda Jawa Tengah berhasil menangkap oknum penjual minyak goreng oplosan di wilayah Jawa Timur pada Sabtu (12/02/2022) yang lalu.
Menanggapi permasalahan tersebut, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen turut angka bicara. Pria yang kerap Gus Nadir ini sampai menyentil Presiden Joko Widodo untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Ironis, rakyat antri beli minyak goreng di saat Indonesia sudah merdeka. Harus segera turun tangan, Pak Presiden," ujar Gus Nadir melalui akun twitternya @na_dirs.
Lebih lanjut, Gus Nadir berharap Presiden Joko Widodo memiliki nyali untuk membongkar siapa mafia yang berani menimbul minyak goreng. Sehingga terjadi kelangkaan yang berlarut-larut.
"Pak @jokowi negara tidak boleh kalah dengan mafia minyak goreng," tegas Gus Nadir.
Baca Juga: Sidak Ketersediaan Minyak Goreng di Agen dan Toko, Bupati Banyumas Dapatkan Fakta Ini
Sontak saja cuitan Gus Nadir itu langsung dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit dari mereka yang turut meminta kepada pemerintah untuk segera menangani masalah kelangkaan minyak goreng.
"Saya sudah lama merasakan mahalnya minyak goreng dari mei 2021, saya pikir pemerintah sudah tidak peduli lagi terhadap kesulitan rakyat kecil. Pemerintah baru peduli dan butuh ketika dekat ke pemilu, selalu begitu dan terulang terus," keluh akun @kurnia_anug**.
"Pengusaha yang ketahuan nimbun minyak goreng harus ditangkap dan dihukum berat. Karena menimbulkan keresahan masyarakat," ujar akun @hOme**.
"Saya kira kata-kata semacam 'sudah saatnya negara turun untuk mengawasi pergerakan barang di pasar' itu sudah terlalu sering didengungkan. Udah basi. Mending disikat aja langsung mafia nya," kesal akun @dwika_aditya**.
"Segera di tindak, satgas pangan jangan kendor harus tegas dan sikat semua mafia mafia minyak goreng. Jangan sampai rakyat marah dan berujung pada ketidak percayaan kepada pemerintah. Sikat habis mafia minyak goreng. Negara jangan kalah," seru akun @DidikPu6307**.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu