Kacaukan rantai pasokan
Semua orang menderita, juga perusahaan-perusahaan yang terpaksa menghentikan atau menunda investasi. Resesi hebat pun menimpa Negeri Paman Sam yang sebenarnya juga melanda banyak negara di dunia ini.
Sempat diperkirakan bakal lama sehingga sektor korporat sudah dibiasakan menghadapi malaise panjang, perekonomian AS ternyata pulih lebih cepat berkat belanja masif pemerintah AS yang dibarengi serangkaian langkah pengenduran moneter yang ditempuh Federal Reserve.
Pemulihan itu makin cepat lagi setelah vaksin COVID-19 disuntikkan luas kepada masyarakat. Seketika itu pula sektor bisnis bergairah lagi. Restoran-restoran, toko-toko, dan sejenisnya membuka lagi usahanya.
Pembalikan cepat ini membuat arus permintaan melonjak, malah terlalu cepat terjadi ketika sistem ekonomi nasional sudah terlanjur bersiap menghadapi resesi panjang.
Lonjakan permintaan barang ini membuat pelabuhan-pelabuhan tak bisa menampung barang yang mendadak membesar. Rantai pasokan global pun menjadi kacau.
Ongkos jasa dan pengiriman pun meroket yang membuat perusahaan-perusahaan terpaksa membebankan harga lebih tinggi untuk barang yang sebenarnya sudah mahal bagi konsumen yang selama pandemi terpaksa berhemat karena aliran pendapatan tersendat atau bahkan terhenti.
Keadaan rumit ini praktis membuat harga-harga melambung sehingga inflasi tak terhindarkan. Dan ini sudah terjadi berbulan-bulan sejak ekonomi mulai menggeliat kembali.
Karena inflasi terus terjadi, The Fed bisa saja terpaksa menaikkan suku bunga pinjaman. Dan ini dipastikan diikuti bank sentral-bank sentral seluruh dunia karena posisi The Fed yang sudah menjadi "bank-nya bank sentral lain" di seluruh dunia.
Baca Juga: 3 Fakta Peristiwa Pearl Harbor: Penyerangan Jepang ke Pangkalan Angkatan Laut AS
Dan suku bunga yang tinggi jelas menyulitkan siapa pun karena membuat gairah usaha terhambat dan kegiatan ekonomi tidak se-ekspansif seperti diinginkan, justru ketika dunia usaha sudah ingin berlari cepat setelah dibuat lumpuh oleh pandemi.
Inflasi juga menjadi sentimen buruk di bursa saham, termasuk Wall Street yang merupakan benchmark dunia karena fluktuasi harga saham Wall Street mempengaruhi perekonomian global mengingat bursa ini telah menjadi hub perdagangan pasar keuangan global.
Yang pasti, Wall Street mempengaruhi langsung perekonomian AS, terutama sebagai patokan untuk tingkat kepercayaan konsumen dan referensi dalam mengambil keputusan investasi.
Contohnya ketika pasar modal bullish (tren harga saham naik) karena ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan, misalnya akibat inflasi yang rendah, maka kepercayaan kepada proyeksi ekonomi pun membesar. Dalam situasi ini konsumen akan cenderung berbelanja dan ini artinya perekonomian menjadi bergairah. Logika serupa terjadi pada sistem ekonomi lain di luar AS.
Sedangkan bagi perusahaan dan sektor bisnis, kondisi bullish membuat mereka memanfaatkan kenaikan harga saham untuk ekspansi modal dengan mengakuisisi aset perusahaan lain. Langkah ini bisa mempertinggi output ekonomi dan membuka lapangan kerja yang adalah sinyal baik bagi keseluruhan sistem ekonomi. Hal sebaliknya terjadi manakala pasar modal bearish (tren harga saham turun).
Dari gambaran ini, konteks pengaruh kenaikan inflasi AS terhadap sistem moneter global mungkin bisa dipahami. Bukan soal independen atau tidaknya sebuah perekonomian, tapi fakta sistem keuangan global sudah sangat terintegrasi sehingga manakala satu sakit bisa menulari yang lain, apalagi jika jantung sistem yang sangat terintegrasi itu yang sakit.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jokowi akan Hadir di Sidang Tahunan MPR RI dan Upacara HUT RI ke-81, Sudah Siapkan Baju Adat
-
Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jokowi Restui Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil V Jateng, Sudah Dihitung dan Kalkulasi Resikonya
-
Akademisi: Bupati Hamenang Tunjukkan Komitmen Bela Nasabah BKK Klaten