SuaraSurakarta.id - Setiap pasangan suami-istri pastinya memiliki keunikan tersendiri. Dari disebut wajahnya yang mirip hingga dianggap jodoh.
Namun, sepasang suami-istri di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memiliki kesamaan yang unik. Mereka memiliki data administrasi kelahiran yang sama, baik tanggal, bulan, dan tahun, yakni 3 April 1971.
Menyadur dari Solopos.com, hal itu terjadi pada pasaangan suami-istri Edy Raharjo dan Naryani yang tinggal Desa Tiron, Kecamatan Madiun. Edy Raharjo adalah seorang ASN di Pemkab Madiun sedangkan Naryani adalah seorang guru di daerah yang sama.
Mereka menceritakan gara-gara kesamaan data waktu kelahiran ini, setidaknya mereka pernah empat kali diverifikasi ulang saat mengurus administrasi. Salah satunya saat menikah di tahun 1997. Petugas mengira salah satu dari mereka mengisi data yang salah karena data kelahirannya sama.
“Waktu mengurus persyaratan menikah, di KUA kami dikira salah memasukkan data kelahiran. Sebab tanggal lahir, bulan, dan tahun kelahiran kami sama persis. Setelah kartu identitas kami dicocokkan, baru mereka percaya. Yang begitu-begitu [diverifikasi ulang administrasinya] kami alami empat atau lima kali,” ujar Edy yang diiyakan Naryani saat saat ditemui di pos registrasi pendakian Gunung Lawu Jalur Candi Cetho, Karanganyar, Sabtu (27/11/2021).
Bukan cuma tanggal kelahiran yang sama. Edy dan Naryani juga sama-sama anak sulung di keluarga masing-masing.
Sementara itu, pertemuan pertama pasangan ini terjadi saat mereka menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Malang, Jawa Timur. Keduanya kuliah di Universitas Negeri Malang (UNM) atau dulu bernama IKIP Malang. Edy yang berasal dari Ngawi kuliah di jurusan Bahasa Inggris, sedangkan Naryani asal Madiun kuliah di Jurusan Kimia.
Pertemuan ini kemudian mendekatkan mereka hingga akhirnya menikah pada 1997. Sekarang keduanya memiliki dua anak laki-laki. Anak sulungnya yang merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sudah bekerja, dan putra bungsunya masih duduk di bangku kelas XI SMA.
Uniknya, baik Edy maupunj Naryani sendiri sebenarnya tak yakin keduanya dilahirkan pada hari dan tanggal yang sama. Mereka meyakini keduanya lahir terpaut beberapa hari.
Baca Juga: Walaupun Telah Menikah, Jangan Batasi 4 Hal Ini dari Pasangan!
“Zaman dulu anak lahir kan tidak langsung diberi surat kelahiran atau akta kelahiran. Orang tua hanya menandai kelahiran sesuai hari pasaran Jawa. Di waktu berikutnya, barulah pada saat akan dibuat surat kelahiran orang tua menghitung dan memperkirakan tanggal lahir yang paling mendekati. Tapi walaupun waktu kelahiran kami sesungguhnya berbeda, tetapi secara administrasi kami kebetulan sama,” imbuh keduanya sebelum meninggalkan pos registrasi untuk mendaki puncak Gunung Lawu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei