SuaraSurakarta.id - Kasus penggrebekan prostitusi gay di Kota Solo oleh Ditreskrimum Polda Jateng terus memunculkan berbagai fakta baru.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan kesehatan fisik, empat terapis memiliki anus yang 'tidak normal'.
Sedangkan dua terapis lainnya masih memiliki bentuk anus normal.
"Kita padukan dengan keterangan saksi terapis. Dimana memang dalam prostitusi empat terapis berperan ganda, yaitu bisa menjadi sosok pria atau wanita. Sedangkan yang dua hanya berperan sebagai sosok pria," kata Iqbal, Rabu (29/9/2021).
Iqbal memaparkan, penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan komunitas homoseksual dengan praktik pijat gay di Solo tersebut.
"Ini yang masih didalami penyidik. Semoga dari sini kita bisa membongkar praktik-praktik serupa," tegasnya.
Ditambahkan Iqbal, dalam kasus ini, mucikari berinisial DR (43) ditetapkan sebagai tersangka.
Sedangkan untuk para terapis masih berstatus saksi. Apakah dilakukan pendampingan terhadap para terapis agar tidak terjerumus ke lembah yang sama, Iqbal mengaku belum memonitor hal tersebut.
"Untuk statusnya wajib lapor atau seperti apa saya kurang tahu ya. Tapi ketika dibutuhkan penyidik, dalam hal ini untuk dimintai keterangan sebagai bahan penyidikan mereka harus hadir," pungkas mantan Kasatlantas Polresta Solo tersebut.
Baca Juga: Berkedok Praktik Pijat, 6 Pria Pesta Gay di Solo Diciduk Ditreskrimum Polda Jateng
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox