SuaraSurakarta.id - Pemerintah Indonesia akhirnya berhasil mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kabul Afghanistan.
Diketahui, Ibukota Afghanistan, Kabul telah dikuasai kelompok taliban. Masyarakat negara timur tengah itu pun melarikan diri karena takut akan kekejaman para Taliban.
Evakuasi WNI oleh TNI AU pu dilakukan dengan tidak mudah dan penuh dengan kehati-hatian.
Sejumlah tantangan dihadapi oleh penerbang dan awak pesawat TNI AUa saat menjalani operasi evakuasi warga negara Indonesia di Kabul, Afghanistan.
Hal itu dikatakan oleh salah satu penerbang pesawat Mayor Pnb Mulyo Hadi di Jakarta, Sabtu (21/8/2021).
Tantangan itu di antaranya kerumunan massa yang terus bertambah di Bandara Hamid Karzai, Kabul, dan bandara di Islamabad, Pakistan, sampai fungsi pengaturan dan navigasi yang tidak beroperasi maksimal di Bandara Hamid Karzai setelah Taliban mengambil alih pemerintahan di Afghanistan.
“Hambatan yang dihadapi terutama adalah data-data terkini dari landasan Bandara Hamid Karzai International, serta kondisi sekitar landasan yang tidak menentu. Eskalasi kerumunan massa terjadi ketika awak pesawat sampai di Islamabad sehingga keputusan dari Kementerian Luar Negeri RI menunda penjemputan selama 1-2 hari,” ujar Mayor Pnb Mulyo sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Dinas Penerangan TNI AU.
Namun, awak pesawat akhirnya mendapatkan data-data lengkap kondisi Bandara Hamid Karzai dan tim memutuskan terbang ke Kabul pada Jumat (20/8). Keputusan itu dibuat setelah pesawat mendapatkan izin pendaratan dari otoritas di Kabul, Jumat.
Penerbangan dilakukan pada dini hari sekitar pukul 04.33 waktu setempat dari Islamabad. Harapannya, kondisi bandara sepi sehingga evakuasi berjalan kondusif, kata Mulyo Hadi.
Baca Juga: Menlu Berharap Hak-hak Kaum Perempuan di Afghanistan Dihormati
Namun, penerbang dan awak pesawat menghadapi tantangan lain setibanya di Bandara Hamid Karzai. Bandara itu berada di wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan dan banyak fasilitas navigasi serta kontrol dari bandara yang tidak berfungsi.
“Saat pelaksanaan evakuasi, medannya dikelilingi pegunungan dengan ketinggian landasan pacu 5.877 kaki di atas permukaan laut, ditambah fasilitas bantuan navigasi bandara (ILS, VOR), night facilities, dan air traffic service yang tidak berfungsi maksimal, mengakibatkan awak pesawat menghadapi tantangan berat saat mendekati Bandara Hamid Karzai,” kata Mayor Pnb Mulyo Hadi.
Ia menambahkan landasan pacu di Bandara Hamid Karzai cenderung gelap karena pendaratan berlangsung pada dini hari saat matahari belum terbit dan lampu di landasan pacu tidak seluruhnya menyala.
“Landing (pendaratan, red.) di Kabul jadi tantangan paling utama bagi seluruh awak pesawat A-7305,” ujar dia.
Usai mendarat, tim evakuasi segera menjemput 26 WNI dan tujuh warga negara asing untuk masuk pesawat.
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai pemegang otoritas sementara bandara di Kabul memberikan waktu yang terbatas untuk evakuasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Aksi Nekat Maling di Kadipiro Gagal Total, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Terduga Pelaku
-
Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi
-
Tim Gabungan Polresta Solo Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Jelang Libur Panjang
-
Daya Beli Masyarakat Ambyar, Penjualan Hewan Kurban di Kota Solo Turun 20 Persen
-
Marak Teror Pocong Viral di Media Sosial, Polresta Solo Imbau Warga Tetap Waspada