SuaraSurakarta.id - Perbedaan data kasus Covid-19 sering terjadi. Namun, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah melakukan sinkronisasi data kasus Covid-19 menyusul ditemukannya perbedaan data dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan pemerintah pusat.
Kondisi ini membuat Kota Solo pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masuk level 4. Dalam hal ini, Pemkot fokus pencocokan data pada aplikasi New All Record (NAR) milik Kementerian Kesehatan.
Menyadur dari Solopos.com, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan pihaknya terus melakukan sinkronisasi data kasus Covid-19. Menurutnya, ada dua tahap yang dilakukan, yakni mencocokkan data yang tidak sesuai (missing data) secara manual dan bagaimana ke depan data yang dimasukkan sama.
“Kami kumpulkan semua fasilitas kesehatan [faskes] terkait ketertiban notifikasi. Faskes kan banyak mungkin tidak sempat memasukkan [input] data. Setelah mereka longgar baru input sehingga terjadi penumpukan data yang tinggi. Ini kalau tidak dimasukkan klaim tidak bisa cair,” ujar dia, kepada wartawan di Balai Kota, Senin (16/8/2021).
Bu Ning mencontohkan rumah sakit Bung Karno (RS BK) merawat 40 pasien Covid-19, data pasien tersebut mesti di-input. Jika data pasien tersebut tidak ada pada aplikasi New All Record (NAR) pada alamat https://allrecord-tc19.kemkes.go.id/, maka tidak akan tercatat dan tidak terklaim.
Dalam hal ini, DKK bakal memaksimalkanketertiban setiap faskes yang menangani pasien Covid-19 dalam memasukan data harian melalui aplikasi NARmaupun data yang masuk ke Pemkot Solo.Menurutnya, banyak faktor yang memengaruhi perbedaan data kasus tersebut. Misalnya, saat ada lonjakan kasus Covid-19 tinggi faskes fokus pada penanganan sehingga mereka baru bisa memasukkan data ketika melandai.
Jadi, hal yang pernah terjadi adalah kasus Covid-19 di Solo tinggi sebanyak 500 kasus lebih, namun angka pada NAR justru rendah di bawah 300 kasus. Saat ini justru berkebalikanlantaran kasus rendah, tapi angka pada NAR malah tinggi.
Hal ini karena input data yang semestinya dilakukan faskes beberapa waktu lalu baru dikerjakan. Padahal semestinya data kasus mesti dimasukkan segera agar tidak terjadi missing data.
“Saya enggak berani kalau tidak dimasukkan nanti jika terjadi apa-apa bagaimana. Sekarang apa-apa pakai scan barcode. Jika data tidak dimasukkan nanti tidak terdeteksi pada aplikasi Peduli Lindungi. Aplikasi ini merekam riwayat kasus Covid-19, tes PCR, hingga vaksinasi,” papar dia.
Baca Juga: Tiga Warga Terpapar Covid-19 Varian Delta di Belitung Meninggal
Bantuan Oksigen
Selain itu pihaknya juga memastikan data-data lain dari rumah sakit di luar Solo justru masuk ke DKK Solo. Misalnya, data Covid-19 di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo dan dr Oen Solo Baru, Sukoharjo, masuk data DKK Solo.
DKK pun meminta bantuan sekretaris daerah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk pencocokan data kasus Covid-19.
Dari pantauan pada situs resmi Pemkot Solo (surakarta.go.id) dan Pemprov Jateng (corona.jatengprov.go.id) terkait data kasus Covid-19 ada perbedaan yang signifikan. Data kasus Covid-19 di Solo dari Pemkot Solo per 16 Agustus 2021 sebanyak 24.994 kasus terkonfirmasi, dengan penambahan sebanyak 76 kasus baru.
Sedangkan data pada Pemprov kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 15.323 kasus per 16 Agustus 2021. Dengan demikian, masih ada selisih data sebanyak 9.671 kasus konfirmasi Covid-19 di Solo.
Sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyerahkan bantuan oksigen konsentrator ke Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Ada Charly Van Houten! CFD Gatsu Ngarsopuro Solo Pecah Dipadati Ribuan Anak Muda
-
Keluh Kesah Perajin Tahu Imbas Dolar, Bahan Baku Terus Naik hingga Takut Mengurangi Ukuran Tahu
-
PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
-
Efek Dolar Naik, Pedagang Pasar Naikan Harga Jual hingga Daya Beli Turun
-
Solo Safari Kini Buka Hingga Malam, Ada Hutan Menyala hingga Spot Foto Menarik