- PT Charoen Pokphand Indonesia mengonfirmasi maraknya penipuan mengatasnamakan perusahaan melalui media sosial menjelang akhir 2025.
- Oknum penipu menggunakan identitas palsu, termasuk kartu identitas karyawan palsu, untuk menawarkan produk CPI kepada masyarakat.
- Masyarakat diimbau hanya bertransaksi melalui gerai resmi seperti Prima Fresh Mart untuk menjamin keamanan pembelian produk.
SuaraSurakarta.id - Di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk ayam potong dan olahan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk, masih ada saja pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan dengan melakukan penipuan mengatasnamakan CPI terhadap masyarakat.
Di penghujung tahun 2025 ini, kembali terjadi penipuan dengan mengatasnamakan CPI menawarkan melalui media sosial menggunakan akun palsu PT Charoen Pokphand Indonesia.
Bahkan oknum tersebut juga berani menunjukkan identitas palsu dengan screenshoot ID Card karyawan sebagai Marketing CPI.
Gun Affandy selaku Communication & Public Affair Coordinator PT Charon Pokphand Indonesia Tbk membenarkan adanya kasus penipuan yang mengatasnamakan perusahaannya.
"Banyak modus yang dilakukan penipu dengan menggunakan nama perusahaan. Korbannya adalah masyarakat, dengan cara menawarkan produk kami melalui media sosial. Sudah berulang kami imbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai penawaran melalui media sosial seperti WhatsApp. Sekali pun penipu menawarkan dengan foto-foto yang meyakinkan dengan mengirim ID Card seolah karyawan kami. Semuanya itu palsu atau kedok untuk mengelabui korban agar percaya," tegas Gun Affandy, Kamis (1/1/2025).
Oleh karenanya, Gun Affandy tegas meminta agar masyarakat tidak mempercayai pola-pola penawaran penjualan melalui media sosial.
"Bila menghendaki pembelian produk kami, bisa langsung ke gerai-gerai resmi kami. Silahkan transaksi di gerai-gerai seperti Prima Fresh Mart yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dengan demikian transaksi akan terjamin keamanannya," ungkap Gun Affandy.
Apabila masyarakat menerima penawaran melalui WhatsApp, dan meminta mengirimkan data serta transfer uang, agar tidak ditanggapi. Apalagi dengan dalih untuk laporan order perusahaan dan sebagainya.
Baca Juga: Kasus Penipuan Ratusan Juta Rupiah, Bos CV Dua Putra Perkasa Dipenjara 2 Tahun
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino