SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan anggaran Rp 110 miliar untuk penanganan Covid-19 di Kota Solo. Anggaran tersebut juga untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.
Anggaran tersebut yang awalnya hanya Rp 50 miliar, tapi ditambah lagi Rp 60 miliar. Sehingga total anggaran untuk penanganan Covid-19 di Solo sebesar Rp 110 miliar.
Nantinya setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan bantuan sembako senilai Rp 250.000.
Ketua Umum LSM LAPAAN RI Jawa Tengah, BRM Kusumo Putro mendesak Pemkot Solo untuk memberikan bantuan tersebut secara tunai.
"Saya rasa paling efektif saat ini bantuan itu diberikan dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat. Bukan dalam bentuk sembako," kata Kusumo, Sabtu (14/8/2021).
"Ini juga meminimalisir kemungkinan adanya pemotongan bantuan jika dalam bentuk sembako. Misal sembakonya dikurangi karena ada anggaaran untuk pengepackan dan sebagainya," tambah dia.
Menurutnya, dengan bantuan tersebut diberikan secara tunai, masyarakat yang terdampak dan menerima bansos tersebut bisa memanfaatkan sesuai kebutuhan saat ini.
"Misalkan mereka di rumah sudah menerima bantuan sembako dan sebagainya, mungkin saja uang itu bisa digunakan hal penting lain. Ya misal bayar listrik atau lain pas tidak ada uang, kan jadi lebih efektif," paparnya.
Selain itu, sosok yang juga pemerhati budaya itu menilai pemberian bantuan secara tunai bisa menghidupkan kembali roda perekonomian di Kota Solo.
Baca Juga: Takziah ke KGPAA Mangkunegara IX dan Diterima Sang Permaisuri, Gibran Ungkapkan Hal Ini
"Contohnya seperti ini, masyarakat yang dapat bantuan menggunakan uang itu untuk berbelanja ke pasar. Nah kan roda perekonomian di pasar dan sebagainya bisa hidup. Bayangkan saja puluhan ribu warga yang dapat bantuan nanti datang belanja ke pasar, pasti akan saling menguntungkan," paparnya.
Kusumo berharap, pemerintah tak lagi membahas mengenai penggunaan masyarakat jika diberikan bantuan dengan bentuk uang tunai.
"Jadi pemerintah jangan pernah mempertanyakan uangnya nanti digunakan untuk apa, itu kan sudah haknya masyarakat. Biarkan mereka yang menggunakan bantuan itu sesuai dengan kebutuhan yang masing-masing pasti berbeda," tegas BRM Kusumo Putro.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Warga Solo Merapat! Grebeg Besar Karaton Kasunanan Surakarta Sambil Cek Kesehatan Gratis
-
Patroli Gabungan Malam Takbiran, 27 Motor Berknalpot Brong Diamankan di Joglo Solo
-
Pengembangan Kasus Gatsu: Pelaku RAT Ternyata Juga Beraksi di Pasar Kliwon hingga Solo Baru
-
Minta Jokowi Jadi Saksi Proyek Satelit Kemhan, Tim Hukum Leonardi Sambangi Rumah di Solo