SuaraSurakarta.id - Baliho atau billboard Ketua DPR RI Puan Maharani yang marak terpasang di berbagai tempat, termasuk di Kota Solo.
Meski demikian, politisi PDIP sekaligus Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa menyebut pemasangan baliho tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi dari kader PDIP.
Teguh menyampaikan, hal tersebut sebagai apresiasi untuk Puan Maharani yang merupakan Ketua DPR RI perempuan pertama di Indonesia dari PDI Perjuangan.
"Sebagai kader kebanggaan itu ada. Bahwa presiden yang pertama perempuan dari PDI Perjuangan, Pimpinan DPR RI yang pertama perempuan juga dari PDI Perjuangan," kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Solo, Teguh Prakosa, Sabtu (7/8/2021).
Teguh menjelaskan, keberadaan Puan sebagai Ketua DPR RO menurutnya sebagai sejarah. Artinya konsekuensi sebagai kader itu jangan hanya menerima enaknya saja tapi susahnya tidak mau.
"Kita sudah bersakit-sakit kok, sekarang tinggal menikmati itu ya apapun perintahnya sepanjang itu baik untuk semuanya tidak ada masalah," ungkap dia.
Teguh membantah, jika pemasangan baliho cucu Presiden Sukarno ini sebagai persiapan untuk pemilihan presiden 2024 mendatang. Pemasangan baliho ini bukan untuk mengenalkan sosok putri Megawati Soekarnoputri ini kepada masyarakat.
"Beliau kan daerah pemilihan (dapil)nya sini, kenapa harus diperkenalkan. Kalau untuk menuju 2024 itu masih jauh," kata Wakil Wali Kota Solo ini
Kader-kader di daerah hanya menjalankan arahan atau instruksi dari DPP PDI Perjuangan. "Kapasitas kita hanya di DPC. Kalau kenapa apresiasi baru sekarang, itu dari DPP bukan disini," sambung dia.
Baca Juga: Denny Darko Ungkap Sosok yang Jadi Presiden 2024, Soekarno Bakal Memilihnya
Teguh mengakui ikut memasang baliho Puan Maharani di beberapa titik di Kota Solo. Hanya saja tidak menjelaskan memasang berapa baliho.
Pemasangan ini memang ada instruksi dari DPP, diinstruksi itu memang kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan. Dari kader mungkin juga ada yang memasang dan itu tidak masalah.
"Ada suratnya dari DPP. Pemasangan ini pakai dana pribadi bukan dari pemerintah atau Fraksi PDI Perjuangan DPRD Solo," imbuhnya.
Pemasangan baliho ini waktunya berbeda-beda tergantung biayanya. Minimal itu satu bulan, ada juga yang dua hingga tiga bulan.
"Saya tidak kalau itu, minimal satu bulan. Ini tergantung uangnya, kalau bisanya satu bulan saja tidak masalah, kalau sampai dua bulan silahkan," paparnya.,
Teguh menambahkan, yang penting sebagai kader partai wajib mengikuti apa yang diinstruksi dari DPP. Kalau masalah politisnya itu dari DPP nanti bukan dari kader partai di tingkat daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Bukan Sekadar Pelengkap, Asbanda Dorong BPD Jadi Kekuatan Utama Pengelola Dana Daerah
-
Tragedi Kamar Kos Sukoharjo: Niat Minta Rokok, Tetangga Syok Temukan Jasad Pria Tanpa Identitas
-
Estimasi Biaya Kuliah Fakultas Teknik UNS 2026: Bisa Setara Harga Mobil, Ini Rinciannya!
-
Terungkap! 7 Fakta Kasus Cheat Mobile Legends: Bang Bang yang Rugikan Pengembang hingga Rp2,5 Miliar
-
Pasbata Pasang Badan: Sebut Kampanye Hemat Energi Gubernur Jateng Tak Perlu Disudutkan