SuaraSurakarta.id - Kasus Covid-19 terus melonjak di seluruh daerah. Termasuk di Kabupaten Karanganyar, kasus kematian ibu hamil akibat virus Corona terus bertambah.
Dilansir dari Solopos.com, jumlah kematian ibu hamil dalam kondisi positif terpapar virus corona di Kabupaten Karanganyar bertambah menjadi sembilan orang.
Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, empat dari sembilan ibu hamil yang meninggal terpapar Covid-19 terjadi baru-baru ini.
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar, Purwati, menyampaikan empat kasus baru kematian ibu hamil dalam kondisi terpapar Covid-19 itu terjadi di rumah sakit.
“Angka kematian [ibu hamil] bertambah empat kasus. Sebelumnya lima kasus. Semua meninggal di rumah sakit. Jadi meninggal setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Purwati, Rabu (21/7/2021).
Purwati menyampaikan usia kandungan ibu hamil yang meninggal positif virus corona itu bervariasi. Ia kembali menyampaikan penyebab ibu hamil meninggal bukan hanya karena terpapar Covid-19. Namun, kondisi ibu hamil itu sendiri memang sudah rentan.
“Tidak murni karena terkonfirmasi positif Covid-19 saja. Ada tambahan risiko lain. Ibu hamil itu saja sudah memiliki risiko. Makanya kan mendapat prioritas vaksin Covid-19. Rencana Agustus dan saat ini pendataan semua ibu hamil di Kabupaten Karanganyar,” tuturnya.
Mendata Ibu Hamil Untuk Vaksinasi
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinkes Karanganyar sedang mendata ibu hamil dengan usia kehamilan 14 pekan hingga 33 pekan. Pemerintah pusat berencana melakukan vaksinasi kepada ibu hamil menggunakan vaksin Covid-19 Moderna atau Pfizer.
Baca Juga: Corona Masih Mengintai, 300 Warga Kabupaten Malang Isolasi Mandiri
“Intinya baru diminta mendata [semua ibu hamil di Kabupaten Karanganyar]. [Data] dikirim ke Provinsi Jateng paling lambat 22 Juli. Kami belum tahu dapat Moderna atau Pfizer,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Karanganyar, Nuk Suwarni, menyampaikan terus mengampanyekan dan mengimbau para perempuan atau ibu menunda hamil saat pandemi virus corona.
Dinkes Karanganyar membuat tagar #SaveIbuMaternalPerinatal sebagai bentuk kampanye menekan angka kematian ibu hamil yang terpapar Covid-19.
“Sebaiknya ditunda, bukan apa-apa. Ibu hamil itu punya risiko lebih tinggi. Ia menyerupai pasien komorbid [dengan penyakit penyerta] di masa pandemi ini. Dia membawa janin, otomatis ada tekanan di tubuhnya. Bisa tiba-tiba sesak napas,” ujar Nuk.
Puskesmas Poned
Pada kesempatan itu, Nuk mengingatkan masyarakat di sekitar ibu hamil agar ikut memperhatikan kondisi kesehatan ibu hamil. Perempuan berkerudung ini menyebutkan sejumlah risiko yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil bahkan saat tidak pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026
-
Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa