Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 21 Juli 2021 | 21:15 WIB
Ilustrasi Ibu hamil meninggal dalam kondisi positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Karanganyar bertambah menjadi sembilan orang. (Unsplash)

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Karanganyar, Nuk Suwarni, menyampaikan terus mengampanyekan dan mengimbau para perempuan atau ibu menunda hamil saat pandemi virus corona.

Dinkes Karanganyar membuat tagar #SaveIbuMaternalPerinatal sebagai bentuk kampanye menekan angka kematian ibu hamil yang terpapar Covid-19.

“Sebaiknya ditunda, bukan apa-apa. Ibu hamil itu punya risiko lebih tinggi. Ia menyerupai pasien komorbid [dengan penyakit penyerta] di masa pandemi ini. Dia membawa janin, otomatis ada tekanan di tubuhnya. Bisa tiba-tiba sesak napas,” ujar Nuk.

Puskesmas Poned

Baca Juga: Corona Masih Mengintai, 300 Warga Kabupaten Malang Isolasi Mandiri

Pada kesempatan itu, Nuk mengingatkan masyarakat di sekitar ibu hamil agar ikut memperhatikan kondisi kesehatan ibu hamil. Perempuan berkerudung ini menyebutkan sejumlah risiko yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil bahkan saat tidak pandemi.

“Aktivitas kurang, berat badan terlalu gemuk, risiko tinggi karena usia. Selain itu suplemen makanan tidak maksimal. Kan rentan sekali. Itu penyebab risiko ibu hamil semakin tinggi.”

Pada sisi lain, Purwati menyampaikan Pemkab Karanganyar berupaya menyiapkan sarana prasarana kesehatan untuk menunjang kelahiran selama pandemi Covid-19. Salah satunya menyiapkan puskesmas poned.

Puskesmas tersebut memberikan pelayanan untuk menanggulangi kasus-kasus kegawatdaruratan obstetric neonatal. Puskesmas yang disiapkan menjadi puskesmas poned, yaitu Puskesmas Karanganyar, Kebakkramat I, Jumapolo, Colomadu II, Kerjo, dan Tawangmangu.

“Persalinan ada yang kalau dia tidak ada gejala dan risiko di dalam kehamilan bisa dilakukan di puskesmas poned. Kalau yang berisiko, kami rujuk ke rumah sakit.”

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD DKI: Besar Kemungkinan Revisi Perda COVID-19 Disepakati

Load More