SuaraSurakarta.id - Kasus pencabulan seorang paman dengan ponakannya sendiri terjadi Kabupaten Sragen. Gadis remaja itu akhirnya hamil setelah dicabuli sejak kelas VI SD.
Dilansir dari Solopos.com, ada sederet fakta mengejutkan dalam kasus paman cabuli keponakan di Sragen. SP, 40, diketahui tega mencabuli keponakannya, R, 16, sampai hamil sejak korban masih SD.
Selain itu, ternyata SP memiliki kebiasaan yang tidak lazim sebagai seorang bapak. Pria yang ditinggal istrinya bekerja di luar negeri sebagai TKW itu sering kali melakukan tindakan tak senonoh kepada anaknya, I, 16.
SP kerap merekam video dan mengambil foto anaknya saat mandi. Dia juga sering melakukan onani di dekat anaknya yang sedang tertidur pulas.
“Jadi saat anaknya sendiri tengah tidur, SP nekat melakukan onani. Kami perlu melengkapi dengan pemeriksaan kejiwaan tersangka. Tapi, tersangka mengakui perbuatan itu dilakukan dengan sadar,” ujar Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Kamis (10/6/2021).
Hal-hal aneh itu diduga dilakukan akibat SP terlalu lama ditinggal istri bekerja ke luar negeri. Dia pun diduga kesulitan untuk menyalurkan kebutuhan biologisnya sampai akhirnya nekat mencabuli keponakannya.
Pencabulan
Rumah SP dan R yang tinggal bersana neneknya memang berhadap-hadapan. Sejak kecil, R sudah berteman dengan anak SP, I.
Keduanya kerap bermain bersama di rumah SP. Saat R bermain di rumah SP, timbul niat jahatnya. SP tega memaksa R melakukan hubungan layaknya suami istri. Ironisnya, aksi bejat itu dilakukan SP di hadapan anaknya sendiri, I.
Baca Juga: Ngajak Ngamar, Oknum Pegawai BPN Cabuli Bocah Lelaki di Bawah Umur
“Saat itu, R masih kelas VI SD. Dia dibekap mulutnya hingga tak bisa teriak,” ujar Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen, Iptu Ari Pujiantoro, saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (4/6/2021).
Total sudah lima kali SP mencabuli R. Terkadang SP menjanjikan imbalan uang Rp50.000 untuk membujuk dan merayu R. Hingga pada usia 16 tahun, kasus paman cabuli keponakan di Sragen itu baru terbongkar setelah R dinyatakan hamil. Saat itu, SP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan penyidik Polres Sragen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah