SuaraSurakarta.id - Aksi tak terpuji terjadi di Kabupaten Sragen. Seorang siswa SMA berinisial R, 16, hamil akibat dicabuli pamannya, SP, 40.
Aksi pencabulan di Sragen tersebut ternyata dilakukan pelaku sejak korban duduk di bangku kelas VI SD.
Dilansir dari Solopos.com, Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, mengatakan pelaku melakukan aksi cabul tersebut sejak korban masih SD. Aksi pencabulan kali terjadi ketika R masih kelas VI SD.
“Korban merupakan anak dari kakak istrinya tersangka. Jadi, tersangka adalah paman dari korban sendiri. Pencabulan itu sudah dimulai sejak R masih Kelas VI SD di sebuah kamar mandi dengan ancaman tertentu,” terang Kapolres Sragen dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Kamis (10/6/2021).
Beragam cara dilakukan SP untuk menyetubuhi keponakannya sendiri sejak masih duduk di bangku SD. Pada awalnya, SP memaksa menyetubuhi keponakannya itu dengan cara membekap mulut korban hingga tak bisa berteriak. Tubuh R yang mungil tidak kuasa melawan kekuatan SP yang dibakar nafsu berahi.
Ironisnya, kali pertama aksi pencabulan itu dilakukan SP di hadapan anaknya sendiri, I, yang sebaya dengan korban. Terakhir, aksi tidak terpuji itu dilakukan SP pada Desember 2020 hingga akhirnya R dinyatakan hamil.
Aksi pencabulan yang disertai persetubuhan itu sudah dilakukan SP kepada R sebanyak lima kali. Pada 27 April 2021 lalu, SP sempat hendak melakukan hal serupa kepada R di sebuah area persawahan.
Kasus Terungkap
Kasus siswi dicabuli paman ini baru terungkap setelah korban mengeluhkan rasa sakit pada perutnya. Setelah diperiksakan tim medis, ternyata R hamil empat bulan. Kepada neneknya, R akhirnya buka suara. Ia mengaku telah berkali-kali disetubuhi oleh pamannya sendiri, SP.
Baca Juga: Tiga Anak Cabuli Lima Teman Sebaya di Kota Tegal, Kak Seto: Peringatan Bagi Kita Semua
SP kemudian dilaporkan ke polisi oleh pihak keluarga R. SP mengakui perbuatan bejat itu telah dilakukan berkali-kali.
Atas perbuatannya itu, SP dijerat Pasal 81 UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
R diketahui sebagai seorang anak yatim yang tinggal bersama neneknya, P, 59, di sebuah kampung di Kecamatan Sragen. Kebetulan rumah neneknya berdekatan dengan rumah tersangka yang tak lain adalah paman korban sendiri.
Ayah R telah lama meninggal dunia. Sementara ibu kandung siswi yang dicabuli pamannya itu sudah menikah lagi dan tinggal bersama suami barunya di luar Jawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Air Makin Langka, Warga Sukoharjo Terpaksa Mandi Sehari Sekali demi Berhemat
-
Pre Order di Blibli Tanggal 22 Juli Hingga 13 Agustus, Lihat Kelebihan Samsung Galaxy Z Flip 8