Ia berharap ada regenerasi, jadi masih bisa tetap eksis dan bertahan. Karena aktivitas pandai besi sudah ada cukup lama sejak zaman kerajaan.
"Ini harus tetap ada, ini kan termasuk peninggalan leluhur yang harus dipertahankan," jelas dia.
Dalam satu hari, ia bisa membuat 20 biji alat, seperti pisau, clurit, golok dan pacul. Prosesnya itu dari awal pemotongan besi, pembakaran hingga pembuatan gagangnya.
Tidak hanya membuat tapi mengasah alat-alat yang sudah tumpul atau memperbaiki gagangnya. "Satu hari bisa buat 20 alat. Untuk ukurannya beda-beda, ada yang besar, sedang, dan kecil," tandas dia.
Untuk bahan bahan baku membeli dari rumah produksi diberbagai daerah. Harga perkilonya Rp10.000.
Untuk harga alat yang dibuat bermacam-macam, mulai dari Rp80.000 hingga Rp100.000. Ia sering juga dapat pesanan, biasanya saat musim penghujan banyak petani yang pesan cangkul.
"Harganya beda-beda. Pesan bisa juga dan itu banyak, biasanya para petani," pungkasnya.
Jumlah pandai besi di Pasar Gawok tidak banyak, sekitar 10 orang. Kalau dulu cukup banyak dan mereka berasal dari berbagai daerah, tapi sekarang tinggal beberapa saja.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga: Hati-hati, Seminggu Terakhir Muncul 10 Klaster Keluarga di Sukoharjo
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Perkuat Wawasan Industri, Sekolah Vokasi UNS Undang Mohammed Aden Suryana Jadi Dosen Tamu
-
Dipimpin AKP Primadhana Bayu Kuncoro, Polres Karanganyar Ungkap Dua Kasus Narkoba
-
Adera Immunity Tour Terus Perkuat Sinergi dengan Pemkot Solo
-
Atap Ruang Kelas di MTs Muhammadiyah Sragen Tiba-tiba Roboh, Guru dan Siswa Jadi Korban