SuaraSurakarta.id - Satreskrim Polres Karanganyar berencana membongkar makam Ridwan (19), sosok yang dibunuh rekan sesama perguruan silat dan dibuang di bawah jembatan Kidul Tugu, Kecamatan Jumantono, Karanganyar.
Awalnya, Ridwan diduga sebagai korban kecelakaan tunggal. Namun dari hasil penyelidikan kepolisian mengarah ke pembunuhan dengan menetapkan empat tersangka.
Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Kresnawan Hussein, mewakili Kapolres AKBP Muchammad Syafi Maulla menyampaikan pembongkaran makam itu terkait proses autopsi. Rencananya, proses autopsi akan dilakukan Kamis (27/5/2021).
“Iya, rencana akan dilaksanakan autopsi," kata Kresnawan dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, Rabu (26/5/2021).
Baca Juga: Fakta Baru, Bidan di Cianjur Dibunuh Suami Sendiri Ini Kata Polisi
Kresnawan mengatakan proses autopsi diperlukan agar polisi bisa memastikan penyebab kematian warga Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, polisi belum melaksanakan autopsi terhadap anak bungsu dari tiga bersaudara itu. Saat itu, pihak keluarga menolak jenazah Ridwan diautopsi.
“Kami harus mencari kepastian penyebab kematian korban,” tutur dia.
Kresnawan menyampaikan polisi sudah mengantongi izin dari pihak keluarga untuk melaksanakan autopsi. “Pihak keluarga sudah setuju. Tinggal pelaksanaan [berkoordinasi] antara polisi dengan ahli forensik," tutur dia.
Ridwan dimakamkan pada Senin (17/5/2021), hari yang sama dengan kali pertama dia ditemukan dalam kondisi meninggal di bawah jembatan Kidul Tugu, Kecamatan Jumantono sekitar pukul 07.40 WIB.
Baca Juga: Polisi Lakukan Autopsi Jenazah Komponis Asal Jogja Yulius Panon Pratomo
“Iya [membongkar makam]. Kami berkoordinasi dengan RSUD dr. Moewardi Kota Solo untuk pelaksanaan [autopsi],” jelas dia.
Berita Terkait
-
Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar Capai 3.000, Gencatan Senjata Diumumkan Demi Penyelamatan
-
Gempa Myanmar Renggut 2.800 Lebih Nyawa Manusia, Berapa Orang WNI?
-
Wanita ML di Makassar Tewas, Polisi: Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi
-
Gempa Magnitudo 5 Guncang Mandalay, Myanmar Kembali Bergetar
-
Myanmar Berkabung: 7 Hari Masa Berkabung Nasional Usai Gempa Dasyat
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri