Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 17 April 2021 | 10:50 WIB
Kondisi Masjid Joglo Baitul Makmur di Tegalsari, Kunden, Karanganom, Jumat (16/4/2021). Masjid tersebut dinilai berbeda dengan masjid pada umumnya karena sengaja dibiarkan terbuka alias tanpa tembok dan sangat njawani. (Solopos.com/Ponco Suseno)

"Nuansa Jawanya sangat kental di sini. Ini unik. Suasananya nyaman, aman, dan enak," kata warga Kecamatan Wonosari itu.

Masjid Joglo Baitul Makmur masih mampu menampung jemaah hingga ratusan orang saat Salat Jumat di tengah pandemi Covid-19. Bangunan ini memiliki tempat parkir yang luas. Bangunan masjid didominasi kayu jati. Di kompleks masjid dilengkapi tempat berwudu, toilet, dan lainnya.

Di masjid tersebut terdapat informasi juga terkait pernyataan wakaf oleh H., Karyawan Hari Soesetyo, 1 Mei 2020. Di antara pernyataannya, yakni yang bersangkutan telah mewakafkan 1.030 meter persegi berikut bangunannya, masjid boleh digunakan dari kalangan mana saja, dan pembangunan masjid sudah selesai (tidak diperkenankan menambah bangunan dalam bentuk apa pun di area masjid).

Bangunan masjid dinilai juga penuh dengan filosofi. Hal itu termasuk luas bangunan masjid 17 meter X 17 meter dengan dilengkapi 17 tiang lampu. Angka 17 merujuk ke total rekaat salat wajib yang harus ditunaikan seorang muslim dalam sehari.

Baca Juga: Belasan Santri di Klaten Tertular Covid-19, Ini Kronologinya

Load More