SuaraSurakarta.id - Pandemi Covid-19 membuat sebagian pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, di Kabupaten Wonogiri perusahaan ini malah membutuhkan ribuan karyawan.
Sejumlah perusahaan di Wonogiri masih terus membuka lowongan kerja atau loker di tengah pandemi Covid-19. Karyawan yang dibutuhkan sebagian besar diposisikan sebagai operator jahit.
Dilansir dari Solopos.com, ada dua perusahaan di Wonogiri yang terus membuka loker. Keduanya yakni PT. Nesia Pan Pacific Clothing yang berlokasi di Kecamatan Ngadirojo dan PT. Bandung Indah Gemilang yang bertempat di Kecamatan Selogiri. Keduanya merupakan perusahaan tekstil.
"Kedua perusahaan itu memang terus membuka loker karena kebutuhan karyawannya masih banyak. Jika pabrik lain justru ada yang bilang mau mengurangi jumlah karyawan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Wonogiri, Ristanti, Rabu (14/4/2021).
PT Bandung Indah Gemilang
Menurut Ristanti, jumlah karyawan yang dibutuhkan PT. Bandung Indah Gemilang sekitar 400 orang. Sedangkan PT. Nesia Pan Pacific Clothing masih membutuhkan karyawan sekitar 2.000 orang. Adapun posisi yang dibutuhkan rata-rata operator jahit dan teknisi mesin jahit.
"Posisi operator jahit biasanya berasal dari siswa SMK Tata Busana dan para peserta pelatihan menjahit di Balai Latihan Kerja [BLK]. Jika karyawan kurang terampil dibimbing lagi di perusahaan. Sedangkan teknisi mesin jahit diambil dari peserta yang mengikuti pelatihan di BLK," ungkap dia.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Ristanti, PT. Nesia Pan Pacific akan dipusatkan di Wonogiri. Beberapa perusahaan di daerah lain bakal dipindah di Wonogiri. Sehingga membutuhkan karyawan yang cukup banyak. Sementara itu, PT. Bandung Indah Gemilang masih membuka loker disebabkan perusahaan baru di Wonogiri.
"Pola penerimaannya mengalir, setiap satu gelombang direkrut beberapa orang. Loker yang saat ini masih berjalan untuk memenuhi kekurangan target jumlah karyawan. Mungkin karena loker itu didominasi oleh perempuan dan tidak semua orang minat menjahit, jadi rekrutmennya agak panjang waktunya," kata Ristanti.
Baca Juga: Rumah Batu Wonogiri: Berawal dari Sapuan Badai, Kini 22 Tahun Ditinggali
PT Nesia Pan Pacific
HRD PT Nesia Pan Pacific, Kristiatmojo, membenarkan bahwa di perusahannya masih membutuhkan sejumlah karyawan. Awalnya perusahaan itu membutuhkan 8.000 karyawan. Namun karena pandemi Covid-19, rekrutmen karyawan dilakukan secara bertahap sembari menunggu kondisi lebih baik.
Hingga kini, kata dia, jumlah karyawan PT Nesia Pan Pacific sekitar 5.500 orang. Sehingga masih dibutuhkan sekitar 2.500 orang. Rekrutmen karyawan dilakukan secara bertahap. Setiap satu bulan atau satu gelombang ada 100 orang direkrut menjadi karyawan.
"Setiap satu gelombang itu kami diklat dahulu. Kalau bulan ini satu gelombang lebih dari 100 orang. Karena selain operator jahit, kami juga membutuhkan posisi quality control. Yang kami produksi saat ini untuk permintaan konsumen ke dapan," kata dia saat dihubungi Solopos.com,Rabu.
Ketua Forum HRD Wonogiri itu mengatakan, selain PT Nesia Pan Pacific dan PT Bandung Indah Gemilang, perusahaan yang melakukan rekrutmen karyawan yakni PT Liebra Premana yang beralamat di Kecamatan Selogiri. Namun kebutuhan karyawan tidak terlalu banyak.
"Sebenarnya peluang lapangan pekerjaan masih terbuka. Karena di Wonogiri selatan dibangun beberapa pabrik juga. Mereka juga masuk anggota forum HRD Wonogiri. Tapi belum ada laporan rekrutmenkaryawan, mungkin karena masih proses pembangunan," kata Kristiatmojo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Daya Beli Masyarakat Ambyar, Penjualan Hewan Kurban di Kota Solo Turun 20 Persen
-
Marak Teror Pocong Viral di Media Sosial, Polresta Solo Imbau Warga Tetap Waspada
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Warga Solo Merapat! Grebeg Besar Karaton Kasunanan Surakarta Sambil Cek Kesehatan Gratis
-
Patroli Gabungan Malam Takbiran, 27 Motor Berknalpot Brong Diamankan di Joglo Solo