SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berkomitmen memberantas penyakit masyarakat (pekat) di Bumi Bengawan, termasuk jasa prostitusi.
Razia bisnis esek-esek offline gencar dilakukan dengan komando jajaran Polresta Surakarta. Selain itu, prostitusi online melalui jejaring media sosial (medsos) juga menjadi target pemberantasan sang putra sulung Presiden Joko Widodo.
Usut punya usut, bisnis 'mantap-mantap' online di Solo memiliki tarif fantastis. Bahkan hingga menyentuh jutaan rupiah sekali kencan.
Kepada Solopos.com--jaringan Suara.com, salah satu pelaku prostitusi onlie berinisial SI membeberkan sejumlah paket esek-esek tersevyt.
Dia bersedia melayani paket short time (ST) hingga long time (LT). Layanan tidak lumrah seperti seks bertiga pun ia sanggupi.
Per jam ia memasang tarif Rp 900.000. Lalu untuk dua jam Rp 1,3 juta. Sedangkan paket LT enam jam senilai Rp 1,6 juta dan paket bertiga Rp 3 juta.
“Isi slot dulu kemudian wajib DP 50 persen baru saya kasih tahu lokasi hotelnya. Ini include [hotel ditanggung TA],” kata SI.
Sementara pelaku prostitusi online lain, GS, membiarkan pelanggan memilih hotelnya. Harga yang ia tawarkan merupakan paket tanpa hotel.
“Satu jam Rp 700.000, dua jam Rp 1,3 juta, dan Rp 3,5 juta untuk enam jam. All service dan wajib kondom. Lokasi hotel diberikan setelah fix jadwal booking online,” kata perempuan 20-an tahun itu.
Baca Juga: Piala Menpora Ditolak IDI dan IPW, Gibran: Kita Ramaikan Lagi Sepak Bola!
Tak hanya perempuan, prostitusi online di Solo juga dilakukan kaum laki-laki. Pelaku prostitusi online laki-laki di Solo seperti AN, pria 24 tahun memasang tarif lebih rendah.
“Tidak termasuk hotel saat promo Rp200.000. Kalau enggak promo Rp400.000. Saya menjamin bersih [tidak berpenyakit] dan mau jaga rahasia. Enggak usah DP. Bayar sesudah main. Hotelnya mau di mana saja, terserah. Biaya tersebut boleh beberapa kali. Sesuai permintaan pelanggan saja,” jelasnya.
AN menyampaikan tarif senilai itu untuk dua jam tanpa ketentuan khusus seperti wajib memakai kondom. Ia membebaskan pelanggan agar nyaman.
“Bisa ketemuan dulu. Kalau cocok ya lanjut ke hotel. Kalau enggak ya sudah. Ngobrol dulu lah. Mau bawa teman perempuan satu lagi ya boleh, tanpa biaya tambahan,” kata AN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres