SuaraSurakarta.id - Habib nyantrik Hasan Mulachela kembali menyalurkan kegiatan sosial di Kota Solo.
Hasan Mulachela bersama dengan dua ibu rumah tangga asal Kota Semarang, Lili Ranti dan Maylani Putri blusukan di kampung Kusumodilagan RT 03/11, Joyosuran, Kecamatan Pasarkliwon, Solo, Senin (15/2/2021).
Dilansir AyoSemarang.com--jaringan Suara.com, di kampung sempit terletak di tanggul yang berbatasan Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo tersebut, Hasan Mulachela, Lili dan Putri membagikan beras 5 kilogram dan uang Rp 100 ribu, serta masker.
Selain berbagi, mereka juga mengedukasi masyarakat sekitar yang bisa dikatakan lingkungan kumuh tersebut tentang protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.
Lili Ranti dan Maylani Putri mengenal Habib Hasan setelah melihat aksi sosial di media sosial yang viral selama pandemi sejak Maret 2019.
“Kami berdua melihat Habib Hasan dari medsos yang sering berbagi di Kota Solo. Lalu kami tertarik untuk datang ke Solo dan berkegiatan sosial bersama Pak Hasan,” tutur Lili kepada Ayosemarang di lokasi berbagi.
Lili dan Putri melihat kondisi masyarakat di bantaran sungai tersebut cukup prihatin. Mereka sebagian besar terdampak selama pandemi, dari berdagang hingga pekerja harian lepas.
“Kami berharap kegiatan berbagi bersama Habib Hasan bisa dilakukan di Kota Semarang, seperti halnya di Kota Solo,” terang Lili.
Seperti halnya Habib Hasan, kegiatan berbagi sudah dilakukan sejak Maret 2019 atau awal pandemi di Kota Semarang. Mereka berbagi dengan sesama dengan sembako.
“Sejak Maret 2019 kami juga sudah berbagi sembako di Semarang. Selain itu setiap Jumat juga Jumat Berkah untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Semarang. Kami berharap pandemi segera berakhir, dan perekonomian rakyat kembali seperti semula,” tutur Putri.
Baca Juga: Analis: Akankah Risma Menyusul Jokowi Jadi Gubernur Jakarta
Habib Hasan Mulachela menambahkan, kegiatan berbagi Putri dan Lili ini bisa dicontoh para pengusaha ataupun masyarakat yang memiliki rezeki lebih bisa mengikuti jejaknya.
“Alhamdulillah, pagi ini berbagi dengan saudara saya yang baru kenal dua minggu. Awalnya tidak kenal dengan beliau (Putri dan Lili), lalu pagi ini kami berbagi memikirkan rakyat kecil di Solo,” tegas pengusaha kuliner asal Solo tersebut.
“Bu Putri dan Bu Lili membagikan beberapa ton beras kepada warga Solo. Setelah ini kami akan berbagi di lokasi lainnya. Kalau di Semarang, saya pun siap mengantar seperti halnya di Solo dan Jakarta,” pungkasnya.
Selain itu, Habib Hasan Mulachela juga singgung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang ditetapkan pemerintah.
Habib bergaya nyentrik itu, menyindir pemerintah karena baru sekarang menerapkan kebijakan PPKM skala mikro.
"Pemerintah belum menentukan PPKM mikro, sejak bulan Maret 2020 saya sudah berbagi, nyaris satu tahun," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026
-
Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa
-
Investasi Berkelanjutan Makin Kokoh, DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026
-
Abaikan SP 1 dari PT KAI, Warga Ledoksari Solo Tolak Kosongkan Lahan Untuk Perluasan Stasiun Jebres
-
BRI Siap Perluas Rekening Masyarakat dan Dorong Ekonomi Kerakyatan