SuaraSurakarta.id - Joe Biden baru saja dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada Rabu (20/1) di Gedung Capitol, Washington DC.
Dalam pidato pertamanya sebagai Presiden AS, Biden sempat berbicara tentang tantangan yang akan dihadapi termasuk pandemi Covid-19.
"Satu hal saya berjanji kepada Anda tentang kepemimpinan saya selama krisis ini, Saya akan memberitahu perkembangan virus corona kepada Anda secara langsung. Saya akan memberitahu kenyataannya," ucap Biden," dikutip CNN dalam satu kesempatan.
Dikutip dari situs worldometers.info, tercatat adaa 645.197 kasus baru infeksi Covid-19 yang dilaporkan selama 24 jam kemarin di seluruh dunia.
Penambahan kasus baru itu masih didominasi Amerika Serikat yang melaporkan 180.111 infeksi dalam satu hari. Sedangkan negara lain, rata-rata laporan kasus harian di bawah 60 ribu kasus.
Akumulasi kasus positif Covid-19 di seluruh dunia hingga saat ini telah mencapai 98.038.744 infeksi yang tersebar di 220 negara.
Sampai Jumat (22/1) pukul 08.45 WIB, kasus aktif covid-19 di seluruh dunia masih tercatat 25.500.072 orang.
Baik dari total kasus positif, hingga angka kematian, kesembuhan, juga kasus aktif, seluruhnya paling banyak dilaporkan Amerika Serikat. Negara itu pertama kali melaporkan kasus pertama Covid-19 pada 20 Januari 2020.
Setahun setelah itu, total kasus Covid-19 di Amerika Serikat telah mencapai 25.181.275 infeksi.
Baca Juga: Jokowi Bagi-bagi 3 Nasi Kotak hingga Ciptakan Kerumunan, Langgar Prokes
Dari jumlah tersebut lebih dari 15 juta di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 419.921 jiwa meninggal dunia. Sampai sekarang, AS masih memiliki 9.662.270 kasus aktif.
Meski penambahan kasus baru terus melonjak di beberapa negara bagian, para ahli epidemiologi AS belum bisa memastikan kapan penularan virus itu bisa mereda. Para ahli sepakat bahwa epidemi Covid-19 di AS masih belum berakhir dan orang-orang tidak boleh lengah.
Bahkan kalaupun penularam virus telah melewati massa puncaknya, epidemi apapun tetap berbahaya. Karena dikhawatirkan terjadi gelombang baru penularan.
Tetapi beberapa ahli, mencatat bahwa kasus baru mulai menurun di sebagian besar negara bagian.
Dikutip dari New York Times, kasus virus harian telah turun sekitar 25 persen sejak 9 Januari, ketika mencapai rata-rata tujuh hari di bawah 260.000 infeksi.
Michael T. Osterholm, Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di Universitas Minnesota dan anggota dewan penasihat virus korona Presiden Biden, mengatakan, dia berpikir bahwa tiga bulan ke depan bisa menjadi bagian terburuk dari pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
80 SPPG di Solo Raya Masih Dimonopoli 1 hingga 5 Suplier
-
78 SPPG di Solo Raya Terindikasi Langgar Juknis BGN
-
Bawa Petasan Saat Sahur On The Road, Lima Pemuda Ini Digiring ke Polresta Solo
-
Brakk! Ramadan Malah Mabuk, Dua Pemuda Ini Tabrakan di Purwosari dan Berakhir Apes
-
Jelang Idul Fitri, Polres Karanganyar Awasi Distribusi BBM dan Bahan Pokok