SuaraSurakarta.id - Dua warga asal Kabupaten Sragen dikabarkan menjadi salah satu kotban jatuhnya pesawat Sriwijaya Aie rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1/2021).
Dilansir dari Solopos.com jaringan Suara.com, keduanya diketahui kakak-beradik bernama Suyanto (40) warga Dukuh Gunung Banyak RT 18, Katelan, Tangen dan adiknya, Riyanto (32) yang tinggal di Dukuh Tengaran RT 17, Desa Katelan, Tangen.
Dari daftar manifes pesawat yang dirilis pihak maskapai, nama Suyanto dan Riyanto ada di urutan teratas. Keduanya duduk bersebelahan di seat atau tempat duduk 6 C dan 6 D.
Sekretaris Desa Katelan, Tangen, Sragen, Paidi, kepada Solopos.com, Sabtu malam. Paidi mengatakan dua nama tersebut sudah dikroscek pihak keluarga ke bandara di Jakarta. Dua nama itu, ujar dia, benar-benar warga Katelan, Tangen, karena tiketnya sempat menjadi status dalam Whatsapp.
"Sebelum berangkat Riyanto sempat menghubungi istrinya pada pukul 13.30 WIB. Kemudian pada sore harinya mendengar ada pesawat [Sriwijaya Air] hilang kontak yang diduga kecelakaan," kata Paidi.
"Keluarga dari Katelan berangkat ke Jakarta, yakni kedua orang tuanya, dan dua orang anak lainnya bersama satu sopir," ujar Paidi yang tinggal bersebelahan dengan rumah Riyanto.
Paidi menuturkan saat ada berita pesawat jatuh jurusan Pontianak, adiknya kebetulan langsung mengecek story di status WhatsApp (WA) kakaknya.
Ternyata status WA kakaknya memasang foto tiket keberangkatan. Setelah dicek dan dipastikan, ternyata informasi itu benar dan kedua kakaknya memang ada di daftar penumpang pesawat yang jatuh itu.
"Begitu ada informasi di TV ada kecelakaan pesawat, lalu adiknya langsung mencocokkan ternyata antara tiket dan pesawat yang jatuh itu sesuai. Kemudian dicari di daftar nama-nama, nama Suyanto dan Riyanto memang ada dan sesuai dengan yang bersangkutan," paparnya.
Baca Juga: Co-Pilot Sriwijaya SJ 182 Diego Mamahit Hilang Bertugas, Ini Kata Keluarga
Paidi menambahkan semula kakak beradik ini hendak berangkat ke Jakarta karena ada proyek pemasangan rolling door. Mereka berangkat pada Rabu (30/12/2020) malam dan kemudian menginap di Jakarta. Dia mengatakan ternyata pekerjaan memasang rolling door itu berada di Pontianak.
"Pukul 14.00 WIB tadi mereka naik pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta ke Pontianak dan dikabarkan pesawat hilang kontak tadi," papar Paidi.
Berita Terkait
-
Terang yang Dinanti Tiba di Desa Ngruwet, Ini Kisah Bahagia Karmini Rasakan Kemerdekaan Energi
-
Viral Video Kakak Adik Musuhan 5 Tahun, Netizen: Kalau Sudah Tiada Baru Terasa!
-
Viral Video Kakak Adik 5 Tahun Tak Tegur Sapa Walau Tinggal Serumah, Sang Ibu Mohon-mohon Mereka Berdamai!
-
Akhirnya Terkuak, 6 Temuan KNKT Soal Penyebab Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh di Perairan Kepulauan Seribu
-
Dukung Mobilitas, 200 Unit Lebih Yamaha All-New Nmax 155 Jadi Kendaraan Operasional Lurah Kabupaten Sragen
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres
-
Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng