- Keraton Kasunanan Surakarta menggelar peringatan kenaikan tahta pertama SISKS PB XIV Purboyo pada 5 November 2026.
- Acara dilangsungkan secara sederhana di Sasana Narendra karena bangunan keraton sedang menjalani proses revitalisasi pemerintah.
- Prosesi sakral tetap berjalan dengan menampilkan tari Bedaya Ketawang yang ditarikan oleh sembilan orang penari.
SuaraSurakarta.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Tingalan Dalem Jumenengan atau peringatan kenaikan tahta ke-1 SISKS Paku Buwono (PB) XIV Purboyo, Kamis (5/11/2026).
Jika sebelumnya tingalan dalem jumenengan akan digelar di Sasana Sewaka atau Keraton Kulon. Ini digelar di Sasana Narendra, kediaman PB XIV Purboyo.
Tari sakral Bedoyo Ketawang tetap ditarikan meski tingalan dalem jumenengan digelar di Sasana Narendra.
Pantauan di lapangan, para abdi dalem berada di Talang Paten. Sedangkan keluarga, sentana dalem hingga tamu undangan berada di Sasana Narendra.
Baca Juga:Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
"Hari ini jumenengan dalem ke-1, bisa dibilang ulang tahun kenaikan tahta yang pertama SISKS PB XIV," ujar Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani saat ditemui, Kamis (5/11/2026).
Timoer mengatakan tingalan dalem jumenengan ini digelar secara sederhana di sini (Sasana Narendra). Karena saat ini sedang ada proses revitalisasi keraton dari pemerintah, sehingga digelar di sini.
"Karena sedang ada renovasi dan sebagainya, jadi kami mengadakan di sini secara sederhana. Dan juga seperti yang sudah-sudah, para sesepuh mengatakan darurat," ungkap dia.
Timoer menegaskan tari Bedaya Ketawang tetap ada dan ditarikan di tingalan dalem jumenengan.
"Yang jelas Bedaya Ketawang tetap ada dan itu tidak keluar dari keraton. Dan semua persyaratan tingalan dalem jumenengan terpenuhi," ujarnya
Baca Juga:Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
Ketika ditanya apakah itu tidak menghilangkan kesakralan acara jumenengan, Timoer menyebut tidak.
"Saya rasa tidak," jelas dia.
Timoer menyebut rangkaian prosesi ini sudah berlangsung sejak Rabu (28/10/2026) kemarin sudah ada acara. Pada, Selasa kemarin ada kirab bedaya ketawang, lalu semalam midodareni.
"Jadi persiapan sudah dilakukan pekan kemarin. Beberapa rangkaian acara sudah mulai digelar," sambungnya.
Sementara itu Pengageng Parentah PB XIV Purboyo, KGPH Dipokusumo mengatakan ini merupakan tingalan dalem jumenengan yang pertama PB XIV sebagai Raja Keraton Kasunanan Surakarta. Prosesi ini digelar di Sasana Narendra.
"Lokasi yang digunakan adalan Sasana Narendra. Mengapa di situ? Karena beberapa tempat di keraton sedang direnovasi atau revitalisasi," kata dia.