- Mantan Presiden Joko Widodo menegaskan keseriusannya dalam membesarkan Partai Solidaritas Indonesia menghadapi Pemilu 2029.
- Jokowi menunjukkan kartu tanda anggota partainya saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung pada September 2026.
- Jokowi menyatakan penentuan posisi pimpinan partai harus melalui mekanisme resmi yang berlaku di internal PSI.
SuaraSurakarta.id - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sangat serius membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menyongsong Pemilu 2029 mendatang.
Jokowi mulai buka-bukaan dan terang-terangan alasan menunjukan kartu tanda anggota (KTA) PSI saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung pada 26 September 2026 kemarin.
"Ya menunjukan bahwa saya sangat serius untuk membesarkan PSI. Bahwa itu saya tunjukan di NTT, di Kota Bandung atau di tempat lain yaitu urusan momentum saja," terangnya saat ditemui, Kamis (1/10/2026).
Ketika disinggung apakah ini nantinya akan duduk sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, Jokowi menyebut kalau di PSI itu kalau mekanisme partai soal itu.
Baca Juga:Ketua DPP PSI Bestari Barus Ungkap Respon Jokowi Soal Pernyataan Budi Arie
"Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui. Semuanya itu harus lewat mekanisme partai," jelas dia.
Jokowi menyerahkan urusan ini ke partai seperti apa. Karena harus ada mekanisme partai yang harus dilalui.
"Ya terserah pada partai. Karena di PSI ada mekanisme untuk jadi ketua umum itu lewat kongres atau menjadi ketua dewan pembina itu mekanismenya lagi," paparnya.
Seperti diketahui Jokowi menunjukan KTA PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandung pada Sabtu (26/9/2026) lalu.
Hal ini dilakukan Jokowi untuk menjawab keraguan mengenai statusnya di partai tersebut.
Baca Juga:Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
Jokowi menyatakan dirinya telah menjadi bagian dari PSI sejak 14 Oktober 2025. Pada kesempatan itu Jokowi juga membacakan identitas dan nomor keanggotaan yang tertera pada KTA miliknya di hadapan kader PSI.