Baca 10 detik
- Wali Kota Solo, Respati Ardi, berkomitmen mengawal keluhan masyarakat terkait polemik penerimaan siswa baru di SMPN 24 dan SMPN 25.
- Dinas Pendidikan Kota Solo diminta bekerja secara profesional serta transparan dalam menyampaikan data tahapan seleksi kepada publik.
- Wali Kota menegaskan larangan praktik titip-menitip demi menjamin objektivitas dan kualitas transformasi pendidikan negeri di Kota Surakarta.
“Seperti tahun lalu, saya tegaskan no jastip, sekarang juga tidak. Intinya profesionalitas Disdik ini menjadi prioritas yang harus saya kawal. Keluhan masyarakat harus saya kawal supaya Disdik lebih profesional lagi ke depan,” imbuhnya.
Dengan pengawalan tersebut, Respati berharap penerimaan siswa Kelas Program Khusus dan pelaksanaan SPMB di Kota Solo dapat berjalan lebih baik, terbuka, serta tetap berpihak pada kepentingan pendidikan masyarakat Kota Surakarta.