Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo

Warga Kampung Jatirejo, Solo, terbiasa hidup berdampingan dengan bau menyengat TPA Putri Cempo. Meski terganggu, mereka bertahan hidup secara turun-temurun

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:31 WIB
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
Warga Jatirejo Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres saat memilah hasil sampah dari TPA Putri Cempo. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Warga Kampung Jatirejo, Solo, telah lama tinggal berdampingan dengan TPA Putri Cempo sejak beroperasi tahun 1986.
  • Mayoritas warga bekerja sebagai pemulung dan pengepul sampah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga secara turun-temurun.
  • Penduduk terdampak langsung bau menyengat serta kebisingan truk sampah setiap hari akibat lokasi permukiman yang bersebelahan.

"Kalau saya pemulung, dulu sehari minimal bisa dapat 12 karung. Kalau sekarang cuma 8 karung, sekarang medannya sulit sudah overload jadi kerjanya tidak maksimal kayak dulu. Tidak bisa cari lebih lama juga," terangnya.

Dari memulung itu hasil yang diraih cukup lumayan, satu karung itu bisa Rp 15.000. Itu belum kalau sampah yang dipilah seperti plastik sendiri, botol dan kardus sendiri, apalagi harga jual plastik sekarang naik Rp 300 sampai Rp 500 perkilonya. 

"Itu jualnya yang perhari, ada yang perminggu. Kalau saya tak jual perminggu, itu bisa dapat Rp 1 juta, dulu dapat Rp 25.000 itu sudah banyak. Jadi bagi warga sampah itu sangat berharga meski bau," sambung dia.

Dulu waktu kecil, TPA Putri Cempo itu belum ada, itu baru ada sekitar tahun 1986. Dulu itu lahan pertanian warga yang ditanami padi, jagung hingga lainnya jadi warga itu dulu tani.

Baca Juga:Sukses Digelar, POPDA Basket Kota Solo Tingkatkan Kualitas Kompetisi

Dulu bahkan jadi area bermain anak-anak dan berenang, karena dulu ada sungai yang airnya jernih. Belum ada listrik dulu di kampung sini, masih gelap. 

"Dulu waktu saya kecil atau SD, TPA Putri Cempo belum ada. Dulu di sini lahan pertanian, ya ditanami padi kalau sudah panen ganti jagung atau ketela pohon," ungkap dia.

"Dulu ada saluran air bisa buat berenang, airnya bening. Ada juga yang anggon sapi pulang sekolah sambil cari jambu mete lalu bandulan pakai wit (pohon) asem. Banyak kenangan dulu itu," ucap ibu dua anak ini. 

Awal-awal dijadikan pembuangan sampah itu lokasinya masih jauh dari pemukiman warga. Karena dulu volume sampah tidak seperti saat ini, apalagi lahannya sangat luas.

Kondisi TPA Putri Cempo Solo saat dilakukan pemadaman dengan water bombing, Selasa (19/9/2023). [Suara.com/Ari Welianto]
Kondisi TPA Putri Cempo Solo saat dilakukan pemadaman dengan water bombing, Selasa (19/9/2023). [Suara.com/Ari Welianto]

"Dulu katanya tidak bilang mau dipakai buat pembuangan sampah, bilangnya mau dibangun jalan dan dipasang listrik. Tahu-tahu tahun 1986 itu baru dibuat buang sampah, awalnya jauh buang sampahnya dan tidak bau tetap kendaraannya tetap lewat sini lama-lama itu makin banyak hingga saat ini sudah parah, belum lagi sebagian lahan dibangun pabrik PLTSa, sehingga yang buat pembuangan jadi sedikit," paparnya.

Baca Juga:Duh! Gara-gara Harga Aspal Naik, Sejumlah Proyek Jalan di Solo Tertunda

"Dulu itu buka pintu bisa lihat Gunung Lawu dan matahari terbit. Sekarang malah ganti gunung sampah," tutur dia.

Sementara itu warga lain Saman (55) mengaku awal-awal masuk sini itu tidak betah. Bahkan dikasih makan dan minum tidak dimakan sama sekali.

"Saya masuk sini tahun 1995 karena memang menikah sama orang sini. Dulu kalau ke sini makan tidak doyan, disuguhi minum tidak diminum selanjutnya sudah biasa," ceritanya.

Saman menyatakan memang tidak dipungkiri, orang datang ke sini dan disuguhi makanan pasti tidak mau.

Kalau sekarang tidak masalah lama-lama terbiasa, bangun tidur bau maupun pas makan. 

"Maklum lah, kalau orang ke sini disuguhi makanan tidak mau," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak