Viral Utas Dugaan Kekerasan dalam Relasi, Sosok Pelaku Disebut Penulis Buku Berpendidikan Tinggi

Utas viral di aplikasi X mengungkap dugaan kekerasan dalam relasi, dari tahap awal pendekatan hingga dampak psikologis mendalam.

Tasmalinda
Kamis, 26 Maret 2026 | 18:45 WIB
Viral Utas Dugaan Kekerasan dalam Relasi, Sosok Pelaku Disebut Penulis Buku Berpendidikan Tinggi
Viral utas menceritakan kekerasan dalam relasi, pelaku disebut seorang penulis
Baca 10 detik
  • Sebuah utas viral di X berisi pengakuan perempuan tentang kekerasan bertahap dalam relasi dengan penulis bergelar doktor.
  • Relasi bermula dari perkenalan belajar menulis pada Maret 2025, berkembang menjadi kontrol emosi dan isolasi.
  • Pasca-relasi, korban mengalami dampak psikologis berat serta sedang menjalani proses pendampingan dan hukum.

SuaraSurakarta.id - Sebuah utas panjang di media sosial aplikasi X mendadak viral dan menyedot perhatian publik. Bukan sekadar curahan hati, tulisan itu memuat pengakuan seorang perempuan yang mengaku mengalami rangkaian kekerasan dalam sebuah relasi, yang berlangsung secara bertahap dan kompleks.

Utas viral tersebut dibagikan dalam beberapa bagian, yang oleh penulisnya disebut sebagai “tahap”, mulai dari awal perkenalan hingga kondisi pascakejadian. Narasi yang disusun berlapis itu menggambarkan bagaimana hubungan yang awalnya terasa wajar perlahan berubah menjadi situasi yang menekan secara emosional dan mental.

Dalam utas yang beredar, sosok terduga pelaku disebut bukan orang sembarangan. Penulis utas menyebut individu pelaku tersebut merupakan seorang penulis buku dengan latar belakang pendidikan tinggi hingga jenjang doktoral (S3). Namun hingga kini, belum ada klarifikasi dari pihak yang disebut.

Dalam bagian awal, penulis utas mengaku pertama kali menghubungi sosok tersebut pada akhir Maret 2025 dengan tujuan belajar menulis. Pertemuan awal berlangsung di sebuah kafe dan tidak menunjukkan kejanggalan berarti.

Baca Juga:Listrik Dipadamkan PLN, Keraton Kasunanan Surakarta Sempat Gelap Gulita Selama 2 Hari

Namun dalam interaksi tersebut, ia menyebut mulai mendapat perhatian personal yang intens. Pujian, pertanyaan pribadi, hingga gambaran masa depan bersama disebut muncul dalam percakapan.

Situasi ini, dalam banyak kasus, dikenal sebagai proses grooming—yakni pendekatan untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan.

Pada tahap berikutnya, penulis mengaku mulai diajak ke lingkungan pribadi terduga pelaku. Ia juga menggambarkan adanya pola cerita sedih yang memancing empati, membuatnya merasa iba dan sulit menolak permintaan.

Dalam utas tersebut, ia menyebut beberapa situasi yang membuatnya berada dalam posisi tidak nyaman, termasuk kondisi yang membuatnya harus bertahan di lokasi hingga pagi hari.

Perlahan, ia merasa batasan pribadinya mulai diuji dan bergeser.

Baca Juga:Jadwal Imsakiyah dan Waktu Salat di Surakarta 27 Februari 2026: Jangan Sampai Terlambat Sahur!

Seiring waktu, relasi disebut menjadi semakin intens. Penulis mengaku diminta terlibat dalam berbagai aktivitas, termasuk membantu pekerjaan yang berkaitan dengan karya dan aktivitas profesional terduga pelaku.

Ia juga menyebut adanya tekanan verbal serta komentar yang merendahkan. Selain itu, ruang sosialnya disebut mulai menyempit, ia merasa tidak leluasa berinteraksi dengan orang lain atau menceritakan apa yang dialaminya.

Dalam kajian psikologi, pola seperti ini kerap dikaitkan dengan coercive control atau kontrol yang bersifat menekan secara bertahap.

Dalam lanjutan utas, penulis menggambarkan situasi yang semakin memburuk. Ia mengaku mengalami isolasi sosial, tekanan emosional, hingga perlakuan yang disebutnya sebagai kekerasan verbal dan fisik.

Narasi tersebut memuncak pada pengakuan adanya dugaan kekerasan seksual, yang menurut penulis terjadi dalam kondisi tekanan dan ketidakberdayaan.

Bagian ini menjadi salah satu yang paling banyak disorot publik, sekaligus memicu diskusi luas mengenai relasi kuasa dan pentingnya persetujuan (consent) dalam hubungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini