Baca 10 detik
- IESI mendesak Hakim dan Kejaksaan Agung menelusuri dana operasi *buzzer* dalam perkara Marcella Santoso.
- Pola narasi seragam di ruang digital mengindikasikan adanya pembiayaan terstruktur untuk membentuk opini publik.
- Dampak dari operasi ini adalah potensi tekanan non-yudisial terhadap proses peradilan dan merusak kepercayaan publik.
IESI mengingatkan, pembiaran terhadap dugaan manipulasi opini di ruang digital berpotensi merusak legitimasi sistem hukum dalam jangka panjang.
Negara, kata Fathan, tidak boleh membiarkan ruang digital berubah menjadi arena tekanan terselubung yang luput dari akuntabilitas hukum.
“Penelusuran aliran dana ini bukan sekadar pelengkap perkara, melainkan bagian penting untuk memastikan keadilan berjalan secara objektif dan independen. Hukum hanya akan berwibawa jika seluruh faktor yang memengaruhi proses peradilan dibuka dan dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.