Baca 10 detik
- Pemkab Sragen menanggapi aksi Kades Ngepringan yang mandi lumpur karena jalan rusak; rencana rekontruksi 2025 dibatalkan karena refocusing.
- Jalan sepanjang 3,83 km tersebut sebagian dicor 2018, sisa jalan bebatuan hancur; perbaikan darurat akan gunakan urukan sirtu secepatnya.
- Keterbatasan anggaran pemeliharaan 2026 (Rp11 miliar) dan dampak refocusing menyebabkan pembangunan permanen diusulkan kembali melalui APBD atau DAK.
David meminta kepada perangkat desa harus berhati-hati saat bertindak mengingat keterbatasan anggaran daerah.
Karena banyak anggaran yang tergerus untuk keperluan darurat seperti penanganan Covid-19 hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Tahun kemarin DAK cuma ada empat titik, ya harus sabar. Seringkali anggaran kalah dengan refocusing," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Beda dengan Pati, Bupati Sragen Malah Gratiskan PBB