Geger Takhta Keraton Surakarta: Hangabehi Dinobatkan PB XIV, Isu Dualisme Merebak

Konflik suksesi Keraton Surakarta memanas. KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai PB XIV oleh keluarga berdasarkan adat, memicu potensi dualisme kepemimpinan.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 13 November 2025 | 17:59 WIB
Geger Takhta Keraton Surakarta: Hangabehi Dinobatkan PB XIV, Isu Dualisme Merebak
Penobatan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV di Keraton Kasunanan Surakarta pada Kamis (13/11/2025). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Paku Buwono (PB) XIV dalam rapat keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta pada Kamis, 13 November 2025.
  • Penobatan tersebut diprakarsai Maha Menteri Tedjowulan berdasarkan keyakinan prinsip adat mengenai hak kelahiran putra tertua.
  • Keluarga besar keraton akan mengkaji rekayasa isu permaisuri sebelumnya dan rencana dualisme kepemimpinan diantisipasi dengan tegas.

Penobatan ini segera memicu potensi dualisme kepemimpinan di Keraton Surakarta, mengingat sebelumnya sempat terjadi deklarasi dari pihak lain (diduga Gusti Purboyo) yang juga mengklaim takhta.

Ketika disinggung soal kemungkinan dualisme kepemimpinan di keraton, Gusti Hangabehi memilih menahan diri untuk menjawab.

"Saya belum bisa menjawab. Pokoknya sabar dulu, minta support dan doanya. Yang penting kelangsungan keraton berjalan lebih baik untuk ke depannya," kata dia.

Menyikapi rencana adanya acara jumenengan (upacara penobatan) yang dikabarkan akan digelar Sabtu nanti oleh pihak berseberangan, Gusti Moeng dengan tegas menyatakan tidak akan hadir.

Baca Juga:7 Mobil Bekas Irit Bensin di Bawah Rp50 Juta yang Bikin Dompet Tetap Aman di 2025

"Tidak mungkin no. Tidak mungkin kita akan menghadiri," sambungnya.

Ia memilih berpegangan pada prosesi adat 40 hari atau 100 hari. "Ya, biarkan saja kalau mau jalan. Saya tetap akan berpegang pada 40 hari atau 100 hari," ujar dia.

Keputusan keluarga besar keraton hari ini, menurut Gusti Moeng, akan segera disampaikan kepada pemerintah melalui Panembahan Agung Tedjowulan.

Ini dilakukan demi memastikan peran negara dalam melestarikan keraton.

"Bukan kita anu ya pemerintah cawe-cawe tidak. Justru kami yang menyampaikan supaya negara itu hadir. Supaya lestari keraton ini, itu loh. Kalau terus dianggap itu keluarga inti lah, punya Sinuhun PB XII, ini yang repot nanti," papar dia.

Baca Juga:KGPAA Hamangkunegara Bakal Jadi PB XIV, Keraton Solo Dibanjiri Karangan Bunga

Meskipun terjadi ketegangan, Gusti Hangabehi menegaskan akan terus menjalin komunikasi dengan Gusti Purboyo, pihak yang ditengarai menjadi lawan suksesi.

"Terakhir ini belum ada komunikasi lagi. Pasti nanti ada komunikasi lagi," jelasnya.

Kontributor : Ari Welianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak