PDIP Remuk di Pilgub Jateng, Hasto Kristiyanto Diminta Belajar Demokrasi dan Tak Buruk Muka

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto diminta untuk lebih belajar demokrasi dan tidak menyerang personal terkait dengan hasil Pilgub Jateng 2024.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 01 Desember 2024 | 20:36 WIB
PDIP Remuk di Pilgub Jateng, Hasto Kristiyanto Diminta Belajar Demokrasi dan Tak Buruk Muka
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Bagaskara)

SuaraSurakarta.id - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto diminta untuk lebih belajar demokrasi dan tidak menyerang personal terkait dengan hasil Pilgub Jateng 2024.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Relawan Alap-Alap Jokowi (AAJ), Muhammad Isnaini, menanggapi pernyataan Hasto Kristiyanto yang menyoroti hasil Pilgub Jateng.

Seperti diketahui, dalam hitung cepat atau quick count beberapa lembaga survei, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin unggul jauh sekitar 20 persen dari pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.

Bahkan di Pilkada tingkat kabupaten/kota, jagoan PDIP babak-belur di wilayah-wilayah yang disebut sebagai 'kandang banteng'. Seperti Kota Solo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Purbalingga hingga Kota Salatiga.

Baca Juga:Hari Terakhir Kampanye, Jokowi dan Ahmad Luthfi Bakar Semangat Warga Boyolali

Hasto pun mempersoalkan fenomena Partai Cokelat atau Parcok di tengah Pilkada Serentak 2024, hingga menyebut Jokowi 'memagari' Pilgub Jateng dengan menempatkan orang-orangnya di posisi strategis sebelum kontestasi berlangsung. 

"Jika setiap kekalahan dalam pemilu langsung dikatakan curang, itu meremehkan kerja keras KPUD dan Bawaslu. Jangan buruk muka lantas cermin dibelah! Demokrasi kita butuh pembelajaran yang lebih dewasa, bukan hanya pernyataan sepihak," kata Isnaini, Minggu (1/12/2024).

"Negara ini negara hukum, bukan negara rimba. Kalau merasa ada kecurangan, sudah ada jalur hukumnya seperti Bawaslu atau MK. Membuat narasi yang membabi buta hanya akan merugikan masyarakat," paparnya.

Lebih lanjut, Isnaini juga menyentil klaim Hasto yang Ia menilai pernyataan itu mengabaikan fakta bahwa penunjukan pejabat, termasuk Kapolri, melewati proses yang transparan.

"Presiden punya hak prerogatif, dan untuk Kapolri, sebelum dilantik, ada proses fit and proper test di DPR yang juga diikuti oleh anggota PDIP. Tidak ada langkah sepihak. Lantas salahnya di mana?," ujar dia.

Baca Juga:PRO LUGAS 313: 7 Kabupaten Konsolidasi Akbar Deklarasi Pemenangan Ahmad Luthfip Taj Yasin

Isnaini menilai pernyataan Hasto cenderung menyerang personal Jokowi, bukan mengkritisi proses secara objektif. Ia mengingatkan, tudingan tanpa bukti akan merugikan demokrasi.

"Seperti kata Pak Mahfud MD, kalau kalah, jangan langsung nuduh curang. Ini kesannya sama, saat jagoan Hasto kalah di Jateng, lalu semua dianggap curang. Seolah-olah tim kami tidak bekerja keras, hanya tidur, lalu tiba-tiba menang," ungkap Isnaini.

Hingga saat ini, pasangan Luthfi-Yasin unggul berdasarkan hasil hitung cepat, sementara perhitungan resmi KPUD masih berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak