Setelah tahu akan mencoblos Respati-Astrid pasti akan banyak bertanya lagi kenapa memilih paslon 02 tersebut.
"Ya nanti di perkembangan selanjutnya saya akan menyampaikan selalu. Karena saya menyakini melanjutkan itu sesuatu yang pasti, 17 program skala prioritas itu merupakan suatu tantangan yang luar biasa," sambungnya.
"Jadi siapapun nanti yang akan jadi wali kota tantangan utamanya ada di itu. Bagaimana bisa meneruskan dan melanjutkan," lanjut dia.
Ginda menyakini yang selama ini diajak komunikasi dan berkomunikasi adalah paslon Respati-Astrid.
Baca Juga:Kroyok Bengawan! Relawan Bocahe Gibran Beri Dukungan ke Respati Ardi-Astrid Widayani
Mereka berdua mampu melanjutkan pembangunan untuk kemajuan Kota Solo ke depannya.
"Siapa yang mau melanjutkan pembangunan, kemajuan Kota Solo yaitu yang sebaiknya kita pilih. Dari komunikasi yang saya dapatkan, Mas Respati dan Mbak Astrid adalah yang saya yakini mampu untuk melanjutkan," ujarnya.
Ketika ditanya status di partai saat ini, Ginda menegaskan masih sebagai anggota PDIP.
"Sampai hari ini status saya masih sebagai anggota PDIP, walaupun sudah jarang diajak, komunikasi sudah tidak ada. Bahkan terakhir setelah pengumuman pendaftaran calon wali kota saya juga sudah dikeluarkan dari grup WA. Saya sempat bertanya alasannya apa dan sampai hari ini tidak pernah ada jawaban," papar dia.
Ginda mengaku dulu saat pilpres pernah diajak sebagai pelatih saksi dan sudah bersedia. Tapi tidak ada tindaklanjutnya dan bingung.
Baca Juga:Pertarungan Megawati dan Jokowi di Pilgub Jateng 2024, Pengamat Politik: PDIP dalam Posisi Terancam
"Saya merasa, saya punya pengalaman dan pikiran yang bisa saya bawa kepada siapa wali kotanya. Tetapi kita komunikasi tidak pernah ada, ya sudah yang bisa saja ajak komunikasi siapa maka tak sampaikan. Mas Respati misalnya nanya bagaimana tanggapannya Mas Ginda, ya saya sampaikan," jelasnya.