Karya Seni yang Hidup: Kisah Maryono Penjaga Tradisi Rumah Kertas Tionghoa di Solo

Rumah kertas terbuat dari kerangka bambu berbentuk rumah yang kemudian dibalut dengan kertas berwarna-warni.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 28 April 2024 | 15:33 WIB
Karya Seni yang Hidup: Kisah Maryono Penjaga Tradisi Rumah Kertas Tionghoa di Solo
Maryono menyelesaikan pesanan kerajinan rumah kertas di Kampung Kepanjen RT 01 RW 06, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Minggu (28/4/2024). [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]

Bakat pria kelahiran Solo 18 November 1981 membuat rumah kertas berasal dari sang bapak, yang dulunya pengrajin serupa.

Maryono menjelaskan, orang tuanya dahulu bekerja di sebuah tempat pembuatan kerajinan rumah kertas. Seiring berjalannya waktu, bapaknya membuka usaha kerajinan sendiri.

"Saya sudah dilatih sejak SD. Awalnya ya hanya bantu mengelem dan menali. Pelan-pelan belajar merakit dari bapak dan bisa sendiri sampai sekarang," jelas dia.

Maryono menambahkan, untuk harga tiap unit dibanderol mulai Rp 4-15 juta, tergantung dengan tingkat kesulitan desain rumah yang akan dibuat.

Baca Juga:Tak Akan Mundur Sebagai Wali Kota Solo, Gibran: Itu Perintah dari Pak Presiden Terpilih

"Minimal sebulan sekali ada orderan pembuatan rumah kertas. Modelnya ya beda-beda tergantung dari si pemesan itu sendiri," paparnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini