Pembangunan Pasar Gede Solo mencapai angka 650 ribu gulden, yang mana besaran biaya pembangunan Pasar Gede Solo, jika dirupiahkan saat ini mencapai angka sekitar Rp 2,5 miliar. Usai melakukan pembangunan, pasar ini diresmikan oleh Paku Buwono X pada 12 Januari 1930.
Selain pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, Pasar Gede juga terkenal sebagai surga kuliner, menawarkan berbagai hidangan tradisional Jawa yang menggoda. Dari sate harum dan gudeg gurih hingga wedang jahe yang menyegarkan dan serabi manis, berbagai kedai makanan di pasar ini menggoda selera penduduk setempat dan pengunjung.
Pasar Gede telah melewati badai waktu, pergolakan politik yang bertahan lama, krisis ekonomi, dan bencana alam. Sepanjang sejarahnya, pasar tetap hadir secara konstan dalam kehidupan penduduk Solo, berfungsi sebagai sumber rezeki, komunitas, dan identitas budaya.
Hari ini, Pasar Gede telah berusia 93 tahun dan berdiri sebagai ikon tercinta Solo, menarik pengunjung dari seluruh dunia. Suasananya yang ramai, warna-warna cerah, dan aroma yang menggoda memberikan pengalaman mendalam ke dalam jantung dan jiwa budaya Jawa.
Baca Juga:Bakal Pilih Cuti atau Mundur Selama Pilpres 2024, Gibran Buka Suara
Baik mencari kelezatan kuliner, menjelajahi kerajinan lokal, atau sekadar berendam dalam suasana yang semarak, Pasar Gede menawarkan perjalanan yang tak terlupakan ke dalam permadani warisan Solo yang kaya.
Kontributor : Dinar Oktarini